Berita

Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Politik

Parpol Ditantang Buat Komitmen Nasional Anti-Politik Uang

MINGGU, 18 JANUARI 2026 | 19:32 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Harus diakui ongkos politik pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Indonesia mahal. Namun kondisi ini tidak serta merta menjadi alasan untuk mengubah sistem Pilkada langsung menjadi lewat DPRD dengan dalih menghindari politik uang.

"Partai harus berubah. Mereka (parpol dan elite) harus komitmen bersama untuk tidak melakukan itu (politik uang) tanpa harus mengubah sistem pemilihan kepala daerah," ujar pengamat politik Ubedilah Badrun kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Minggu, 18 Januari 2026.

Ia menjelaskan, selama ini psikologis elite politik yang mengikuti kontestasi Pilkada memang cenderung mengeluarkan biaya dan politik uang demi merebut suara pemilih.


Celah politik uang ini bisa ditutup jika parpol sanggup membangun komitmen secara nasional untuk tidak melakukan politik transaksional. Dalam hal ini, pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan pembiayaan kampanye para calon kepala daerah (Cakada) lebih ketat.

"Misalnya kampanye yang modalnya besar, ini bisa dijamin negara supaya tidak menimbulkan ketidakadilan antar calon kandidat. Itu sangat bisa kok," tuturnya.

Lebih lanjut, Dosen Politik di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu juga menekankan aspek penting lain agar pelaksanaan Pilkada langsung tanpa harus diubah melalui DPRD.

"Pengawasan pemilihan harus berjalan dengan baik, penegakan hukum harus betul-betul berjalan. Jadi ini penegakannya harus komprehensif. Itu bisa kok," demikian Ubed.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya