Berita

Para pemimpin Uni Eropa dan Mercosur (Foto: AP)

Dunia

UE-Mercosur Resmi Sepakati Dagang Bebas, Lawan Tekanan Tarif Trump

MINGGU, 18 JANUARI 2026 | 11:55 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Uni Eropa dan blok perdagangan Amerika Selatan, Mercosur, resmi menandatangani perjanjian perdagangan bebas terbesar yang pernah dibuat setelah negosiasi berjalan selama 25 tahun. 

Kesepakatan tersebut ditandatangani di Asuncion, Paraguay, Sabtu waktu setempat, 17 Januari 2026, di tengah meningkatnya ketegangan global akibat kebijakan tarif dan kecenderungan proteksionisme.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menegaskan, perjanjian ini merupakan pesan politik yang jelas kepada dunia. 


“Kami memilih perdagangan yang adil daripada tarif, kami memilih kemitraan jangka panjang yang produktif daripada isolasi,” ujar von der Leyen dalam seremoni penandatanganan, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Presiden Paraguay Santiago Peña menyebut kesepakatan itu sebagai sinyal kuat dukungan terhadap perdagangan internasional di tengah situasi global yang penuh tekanan. 

Senada, Menteri Luar Negeri Brasil Mauro Vieira menilai perjanjian perdagangan bebas menjadi benteng menghadapi ketidakpastian, proteksionisme, dan tekanan ekonomi global.

Kesepakatan UE-Mercosur tercapai hanya beberapa saat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana pengenaan tarif baru terhadap delapan negara Eropa yang dinilai mendukung Denmark dalam sengketa Greenland.

Ia mengancam akan mengenakan tarif sebesar 10 persen mulai 1 Februari 2026, dan akan dinaikkan menjadi 25 persen pada Juni mendatang jika tidak tercapai kesepakatan pengambilalihan Greenland oleh Amerika Serikat.

“Tarif itu akan berlaku kecuali dan sampai Kesepakatan telah tercapai untuk mengakuisisi Greenland secara lengkap dan total,” tulis Trump di media sosial.

Perjanjian UE-Mercosur mencakup penghapusan tarif atas lebih dari 90 persen perdagangan bilateral dan menciptakan kawasan perdagangan bebas yang mewakili sekitar 30 persen produk domestik bruto global dengan lebih dari 700 juta konsumen. 

Kesepakatan ini masih harus mendapat persetujuan Parlemen Eropa serta diratifikasi parlemen Argentina, Brasil, Paraguay, dan Uruguay.

Meski mendapat penolakan dari kelompok petani dan pemerhati lingkungan di Eropa, para pemimpin UE dan Mercosur meyakini perjanjian tersebut akan membuka lapangan kerja, meningkatkan investasi, dan memperkuat kerja sama lintas Atlantik.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Ledakan Malam Takbiran di Grobogan dan Pekalongan, 10 Orang Terluka

Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49

Ziarah Makam Korban Longsor Cisarua Diwarnai Suasana Emosional

Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:35

Fahira Idris: Jadikan Idulfitri Momen Kebangkitan Umat

Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:53

SBY dan Keluarga Silaturahmi ke Prabowo di Istana

Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:16

Mendes: 20 Persen Keuntungan Kopdes Merah putih untuk Desa

Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:54

Dengan Kerjasama, Stabilitas Kebutuhan Pokok Terjaga

Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:26

Gubernur Pramono Ajak Warga Jaga Jakarta

Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:33

Soroti Pajak Ganda, DPR: Sudah Lama Sistem Dibiarkan

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:43

Didampingi Didit, Prabowo Open House Khusus Masyarakat di Istana

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:13

Idulfitri Momentum Perkuat Komitmen Pembangunan

Sabtu, 21 Maret 2026 | 16:54

Selengkapnya