Berita

Eggi Sudjana. (Foto: tangkapan layar YouTube Kompas TV)

Hukum

Eggi Sudjana Sebut Jokowi Masih Presiden, Akhlaknya Bagus

MINGGU, 18 JANUARI 2026 | 02:09 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Potongan video Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Eggi Sudjana yang akhirnya muncul ke publik di tengah polemik penghentian penyidikan (SP3) kasus tudingan ijazah palsu Joko Widodo (Jokowi) yang menjeratnya viral di media sosial.

Eggi bicara dengan penuh semangat menjelaskan soal restorative justice, namun keliru menyebut status Jokowi masih sebagai presiden.

"Tidak bermaksud saya merasa lebih dari siapapun apalagi melampaui Presiden Joko Widodo. Kita ini RJ (restorative justice). RJ itu kesepakatan. Nggak bisa saya mohon, nggak bisa juga Jokowi mohon. Kalau dia mohon saya tidak setuju, saya mohon dia nggak setuju, nggak jadi. Begitu teorinya," kata Eggi dalam video yang disiarkan Kompas TV.


Pernyataan disampaikan Eggi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, sesaat sebelum terbang ke Malaysia, Jumat, 16 Januari 2026. Eggi tampak duduk di kursi roda berbicara kepada media.

Sebagaimana diketahui, usai pertemuan Eggi dengan Jokowi di Solo, Jokowi mengirimkan permohonan restorative justice yang kemudian ditindaklanjuti Polda Metro Jaya dengan menerbitkan SP3, sehingga status tersangka Eggi Sudjana dalam kasus tudingan ijazah palsu dinyatakan gugur.

Meski sebelumnya menuding Jokowi dalam perkara ijazah palsu, Eggi justru melontarkan pujian terhadap mantan orang nomor satu di Indonesia tersebut. Ia menilai Jokowi memiliki akhlak yang baik karena tetap menerima dirinya dengan sikap terbuka.

"Yang bagus, Pak Jokowi akhlanya bagus. dia terima kita dengan baik padahal dia merasa yang difitnah," ucap Eggi, menyinggung pertemuannya dengan Jokowi di Solo, 8 Januari 2026.

Di sisi lain, Eggi juga menyindir pihak-pihak lain yang terlibat dalam pusaran isu ijazah Jokowi, termasuk Roy Suryo dan rekan-rekannya.

“Jadi kasus ini kan ada Roy Suryo dan kawan-kawan yang merasa jago. Ya lawan aja tuh,” tandasnya.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Korea Selatan Diisukan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Selat Hormuz

Jumat, 04 September 2026 | 14:18

Purbaya Pamer Penerimaan Pajak Tumbuh 30 Persen Tanpa Naikkan Tarif

Jumat, 04 September 2026 | 13:59

Target Lifting 2027 Diproyeksi Tercapai, Sumur Rakyat Jadi Penopang

Jumat, 04 September 2026 | 13:33

Prabowo Tawarkan 138 Blok Energi Indonesia kepada Investor Rusia

Jumat, 04 September 2026 | 13:33

Gus Kikin Mulai Susun Kepengurusan PBNU di Hari Perdana Ngantor

Jumat, 04 September 2026 | 13:31

Label “No Pork, No Lard” Tak Otomatis Berarti Halal

Jumat, 04 September 2026 | 13:20

Kenaikan Tarif Masuk Ragunan Masih Ramah di Kantong

Jumat, 04 September 2026 | 13:12

Legislator Soroti Anggaran Pemulihan Kantor DPRD NTB-Sulsel Pasca Demo Agustus 2025

Jumat, 04 September 2026 | 13:08

Pembangunan Dapur MBG Pakai APBN Jangan Jadi Beban Negara

Jumat, 04 September 2026 | 13:06

Pemerintah Diminta Evaluasi Harga Eceran Tertinggi Beras

Jumat, 04 September 2026 | 13:01

Selengkapnya