Berita

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral periode 2014-2016, Sudirman Said menghadiri deklarasi pendirian Partai Gema Bangsa di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu 17 Januari 2026. (Foto: Dokumentasi Partai Gema Bangsa)

Politik

Sudirman Said Dilamar Masuk Partai Gema Bangsa

SABTU, 17 JANUARI 2026 | 23:01 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Partai Gema Bangsa resmi dideklarasikan di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu 17 Januari 2026. Partai Gema Bangsa diketuai oleh Ahmad Rofiq didampingi Sekjen Partai Gema Bangsa, Muhammad Sopiyan.

Gema Bangsa mengusung visi besar “Indonesia Reborn”. Partai ini diharapkan mampu menjadi partai politik baru yang mengusung semangat kemandirian bangsa, desentralisasi politik.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Rofiq melamar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral periode 2014-2016, Sudirman Said, untuk bergabung dengan Partai Gema Bangsa.


"Bapak Doktor Sudirman Said Ini adalah tokoh fenomenal. Kalau beliau sudah hadir di dalam perhelatan politik, kira-kira partai yang dihadiri itu sepertinya ada masa depan," kata Rofiq.

Rofiq menilai, Sudirman Said adalah seorang tokoh meritokrasi yang melawan segala macam praktik-praktik nepotisme dan korup di lembaga-lembaga negara seperti BUMN.

"Nepotisme adalah penyakit yang paling kronis di Republik ini dan beliau terus-menerus bersuara tentang itu," kata Rofiq.

"Rasanya kami tidak terlalu sungkan jika Partai Gema Bangsa juga melamar Pak Sudirman Said untuk bergabung di dalam," sambungnya.

Rofiq berpandangan, sudah waktunya Sudirman Said memiliki identitas kepartaian setelah selama malang melintang tanpa keanggotan partai manapun.

"Login Pak Sudirman, bersuara di luar pagar terus-menerus sulit rasanya. Kita perlu partai untuk merubah situasi Karena dengan politik itulah semua keadaan akan bisa kita ciptakan," kata Rofiq. 

Soal lamaran itu, Sudirman Said merespons santai. Ia menilai hal tersebut merupakan candaan politisi.

"Enggak lah, itu guyonannya Pak Ketum lah, guyonannya Pak Ketum," kata Sudirman.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya