Berita

Direktur Utama PT Indonesia Air Transport, Tri Adi Wibowo. (Foto: tangkapan layar YouTube)

Nusantara

Dirut Indonesia Air Transport Klarifikasi Kru Pesawat Bawa Pegawai KKP Hilang Kontak di Maros Bukan Delapan

SABTU, 17 JANUARI 2026 | 22:51 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

PT Indonesia Air Transport memberikan klarifikasi terkait jumlah kru yang berada di dalam pesawat milik mereka yang hilang kontak dan hingga kini masih dalam pencarian di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Bukan delapan orang sebagaimana informasi yang sempat beredar.

"Kami dari PT Indonesia Air Transport menyampaikan klarifikasi bahwa kru yang on board ada tujuh orang. Jadi informasi delapan kru itu tidak benar. Kami revisi dan kami sampaikan hanya tujuh orang," kata Direktur Utama PT Indonesia Air Transport, Tri Adi Wibowo, dalam konperensi pers di Gedung Kementerian Kelautan dan Periksanan (KKP), Jakarta, Sabtu malam, 17 Januari 2026.

Ketujuh kru tersebut masing-masing adalah Captain Andy Dahananto, Muhammad Farhan Gunawan, Restu Adi, Trimurdiono, serta dua awak kabin yakni Florencia Lolita dan Esther Aprilita.


Dalam kesempatan itu, Tri juga menyampaikan rasa prihatin mendalam atas insiden tersebut. Pihaknya saat ini masih menunggu hasil proses pencarian yang dilakukan oleh Basarnas bersama tim SAR gabungan.

“Kami turut prihatin dan menunggu proses pencarian dari Basarnas,” ujarnya.

Tri menambahkan, manajemen PT Indonesia Air Transport telah mengerahkan tim ke Makassar untuk ikut terlibat dan berkoordinasi langsung dalam proses pencarian pesawat dan kru.

“Tim kami sudah meluncur ke Makassar untuk ikut dalam proses tersebut,” demikian Tri.

Di tempat yang sama, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono membenarkan tiga pegawainya menjadi penumpang pesawat ATR 42-500 milik PT Indonesia Air Transport yang dilaporkan jatuh dan hingga kini masih dalam pencarian. Ketiganya dari Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP).

"Yaitu saudara Ferry Irawan dengan pangkat penata muda tingkat I jabatannya adalah analis kapal pengawas. Saudara Deden Mulyana dengan pangkat pranata muda tingkat I jabatannya pengelola barang milik negara, dan saudara Yoga Naufal jabatannya operator foto udara," kata Trenggono dalam konperensi pers di Gedung KKP, Sabtu malam, 17 Januari 2026.

Trenggono menegaskan, pesawat sedang menjalankan misi negara berupa pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui kegiatan air surveillance di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia.

"Terkait adanya informasi yang beredar di masyarakat mengenai logo KKP, perlu kami sampaikan benar terdapat pegawai KKP dalam pesawat tersebut yang melakukan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara atau air surveillance di wilayah pengelolaan perikanan negara republik Indonesia," kata Trenggono.

Pesawat dilaporkan hilang kontak saat akan tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin setelah lepas landas dari bandara Adisutjipto Yogyakarta, tepatnya di sekitar Pegunungan Karst Leang-leang, Kabupaten Maros. Saat laporan diterima, posisi terakhir pesawat berada di titik koordinat 04°57’08” LS - 119°42’54” BT.

"Tim kami sudah mendarat di lokasi. Posko SAR gabungan juga sudah berdiri tegak di daerah Bantimurung," ujar Kepala Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya