Berita

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Ratih Megasari Singkarru (Foto: Dokumen media DPR)

Politik

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

SABTU, 17 JANUARI 2026 | 11:24 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kasus pengeroyokan seorang guru oleh siswa SMK di Jambi menjadi tamparan keras sekaligus cermin buram kondisi dunia pendidikan saat ini, khususnya terkait memburuknya relasi antara guru dan siswa di ruang kelas.

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Ratih Megasari Singkarru, menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak seharusnya disikapi dengan saling menyalahkan, baik kepada siswa, guru, maupun kurikulum yang berlaku. Menurutnya, persoalan utama justru terletak pada krisis adab dan lemahnya komunikasi dalam praktik pendidikan sehari-hari.

“Kasus pengeroyokan guru di Jambi adalah tamparan keras sekaligus cermin bagi dunia pendidikan kita. Daripada sibuk mencari kambing hitam, lebih bijak jika kita melihat akar masalahnya secara jernih sebagai bahan introspeksi bersama,” ujar Ratih kepada wartawan, Jumat, 17 Januari 2026.


Diketahui, sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan seorang guru di salah satu SMK di Jambi menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah siswanya di lingkungan sekolah. Insiden tersebut memicu kecaman publik serta perdebatan luas, mulai dari isu kedisiplinan siswa, profesionalisme guru, hingga relevansi kurikulum pendidikan saat ini.

Ratih mengakui bahwa interaksi di ruang kelas kini memang tidak berada dalam kondisi ideal. Di satu sisi, guru menghadapi tantangan besar dalam menegakkan disiplin tanpa kekerasan. Namun di sisi lain, tindakan siswa yang merespons rasa tersinggung dengan pengeroyokan massal menunjukkan krisis karakter yang serius.

“Respons siswa yang membalas rasa tersinggung dengan pengeroyokan massal mencerminkan krisis adab yang parah. Solidaritas antarteman telah salah arah dan berubah menjadi tindakan premanisme yang sama sekali tidak bisa dibenarkan,” tegasnya.

Legislator Partai NasDem itu juga menepis anggapan yang secara langsung mengaitkan insiden tersebut dengan kegagalan Kurikulum Merdeka. Menurutnya, tidak ada kebijakan pendidikan mana pun yang melegitimasi kekerasan dalam bentuk apa pun.

“Dokumen pendidikan mana pun tidak pernah mengajarkan kekerasan. Masalah sesungguhnya terletak pada implementasi di lapangan,” ujarnya.

Ratih menilai dunia pendidikan saat ini tengah berada dalam masa transisi. Guru masih mencari pola pendisiplinan yang tepat tanpa kekerasan, sementara siswa belum sepenuhnya siap memikul tanggung jawab atas kebebasan berekspresi yang mereka miliki.

“Fokus kita harus kembali pada esensi pendidikan, yaitu memanusiakan manusia. Saatnya berhenti saling menunjuk dan mulai memperbaiki pola komunikasi serta penguatan karakter di sekolah,” pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Ramos-Horta Puji Toleransi dan Ketangguhan Rakyat Indonesia

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:17

Polisi Konfirmasi Korban Tewas saat Demo DPR Seorang Pedagang Cermin

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:10

Aturan Turunan UU DKJ Harus Rampung Sebelum Keppres IKN Terbit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:09

Astra Sudah Jangkau 35.726 Warga Lewat 7 Posko Gempa NTT

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:04

Penanganan Karhutla di Riau Jadi Contoh yang Baik

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:01

Budi Arie Pasang Badan Cuci Nama Jokowi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:00

Peluncuran Wajah Baru RS Tria Dipa, Hadirkan Teknologi Medis Teranyar

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:57

BI: Daripada Kredit, Mayoritas Bank Parkir Likuiditas di Surat Berharga

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

LPJ Diterima, Gus Yahya Akui Tak Sempurna Pimpin PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

Pengusutan Dugaan Korupsi di Pemkab Bogor Merembet ke Dinas Pendidikan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya