Ilustrasi. (Foto: Puspen TNI)
Ilustrasi. (Foto: Puspen TNI)
Pandangan itu disampaikan Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Prof. Adrianus Meliala dalam menyikapi wacana penerbitan peraturan presiden (Perpres) yang mengatur dan menambah peran TNI dalam penanganan terorisme.
"Yang boleh adalah 'kelanjutan', bukan 'simultan'. Jadi TNI boleh saja mengurus terorisme ketika ancaman terorisme sudah di luar kendali dan kemampuan kepolisian. Maka posisinya adalah TNI sebagai 'kelanjutan' polisi," kata Adrianus kepada RMOL di Jakarta, Jumat, 16 Januari 2026.
Populer
Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09
Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59
Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:36
Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:19
Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:59
Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:40
Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:12
Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:49
Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:27
Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:01
Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:45
Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:20