Berita

Politikus PKB Muhammad Khozin. (Foto: Dokumentasi Fraksi PKB)

Politik

Politikus PKB Minta Jangan Ada Paranoid soal Pilkada Via DPRD

SABTU, 17 JANUARI 2026 | 00:20 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Diskursus tentang Pilkada melalui DPRD diharapkan Fraksi PKB tidak menimbulkan kecurigaan atau ketidakpercayaan pada parpol.

Hal tersebut disampaikan politikus PKB Muhammad Khozin dalam diskusi virtual bertajuk "Kepala Daerah Dipilih DPRD?", yang disiarkan langsung melalui kanal Youtube Mardani Ali Sera dalam program Indonesia Leader Talk, Jumat malam, 16 Januari 2026.

Sosok yang kerap disapa Gus Khozin ini tak memungkiri tidak ada jaminan politik transaksional tidak terjadi, apabila pilkada dilangsungkan secara tidak langsung atau melalui DPRD.


"Apakah ketika pilkada tidak langsung kemudian bisa menjamin tidak ada vote buying, tidak ada money politics, terus kemudian kontrol kekuasaan bisa terjaga, partisipasi publik bisa terjaga, tidak juga," tegas dia.

Menurut Anggota Komisi II DPR itu, kultur demokrasi elektoral di Indonesia sekarang ini tidak bisa terlepas dari dua sisi dampak, sehingga mekanisme apapun yang dipakai akan menciptakan dinamika tertentu.

"Jadi sekali lagi, semua pilihan di model atau desain kepemiluan kita, tetap ada potensi meninggalkan negative impact maupun positive impact. Itu suatu keniscayaan," tuturnya.

Gus Khozin mengaku agak kecewa melihat dinamika kekinian, ketika muncul wacana Pilkada oleh DPRD didukung oleh sejumlah partai politik (parpol), yang kemudian argumentasi-argumentasi yang muncul dipertentangkan pada seolah-olah mencerabut hak memilih rakyat.

"Jadi ini juga menjadi satu koreksi, diskursus ini juga harus tetap diimbangi dengan narasi yang edukatif. Bahwa tidak elok lagi sekarang mempertentangkan seakan-akan suatu keputusan yang muncul dari parpol itu selalu dihadapkan pada proporsi vis a vis rakyat begitu ya. Itu saya kurang bersepakat," ungkapnya.

Oleh karena itu, dia berharap dalam proses menuju perubahan UU Pemilu dan Pilkada yang akan bergulir, justru memunculkan kecurigaan-kecurigaan di publik.

"Jadi jangan ada kemudian pikiran yang mohon maaf sekali, terlalu paranoid juga. Kadang kita berpikir menduga-duga, berpikir terlalu jauh, bahwa ketika ini ditarik menjadi pilihan di DPRD ini yang lahir pejabat yang dikunci kepentingannya oleh elite, kemudian dia tidak patuh pada rakyat, tidak melayani rakyat, dan hanya melayani elite," ucapnya.

"Nah ini yang menurut kami harus diluruskan. Bahwa kemudian di masing-masing partai kita ada oknum-oknum yang tidak bersih, iya. Tapi jangan memungkinkan juga di masing-masing partai ada juga yang memang berkarya sepenuh hati, berkarya yang lahir dari rakyat dan segala macam," pungkas Gus Khozin.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

UPDATE

Perpres Pelindungan Ojol Jangan Berhenti di Atas Kertas

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:29

Awasi Ketat Penggunaan Anggaran Operasi Modifikasi Cuaca

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:16

Sakelar Cahaya di Dalam Otak

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:04

Kartu Nikah Digital Bisa Diakses melalui Simkah, Ini Caranya!

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:44

Nusron Wahid Bikin KPK Tidak Berkutik

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:24

Dulu di Depok Banyak Maling dan Begal, Sekarang Aman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:08

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Puluhan Korban Investasi Emas Polisikan Direksi PT DGJ

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:33

Tragedi Affan dan Bambang Jangan Terulang

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:14

Selengkapnya