Berita

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

Singapura Jadi Negara Penyumbang Investasi Terbesar di Indonesia 2025

JUMAT, 16 JANUARI 2026 | 20:19 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Realisasi investasi sepanjang tahun 2025 di Indonesia tercatat mencapai Rp1.931,2 triliun, melampaui target yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto sebesar Rp1.905,6 triliun.

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengatakan di tengah ketidakpastian ekonomi global, capaian ini menandai ketahanan iklim investasi nasional sekaligus memperkuat peran investasi sebagai motor pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

"Tahun 2025 bukanlah tahun yang mudah karena ekonomi global masih diwarnai ketidakpastian, mulai dari perlambatan ekonomi dunia, ketegangan geopolitik, hingga fragmentasi perdagangan internasional," kata Rosan dalam konferensi pers dikutip pada Jumat, 16 Januari 2026.


"Namun, alhamdulillah target investasi tahun 2025 tercapai dan bahkan melebihi target yang dicanangkan," imbuhnya.

Kontribusi terbesar datang dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp1.030,3 triliun (53,4 persen), dan Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp900,9 triliun (46,6 persen).

Ia merinci negara terbesar yang menanamkan modalnya di Indonesia adalah Singapura, dengan nilai 17,4 miliar Dolar AS atau sekitar Rp294 triliun.

Di bawah Singapura, posisi kedua ditempati oleh Hong Kong, RRT dengan realisasi 10,6 miliar Dolar AS (Rp179 triliun), disusul China 7,5 miliar Dolar AS (Rp126 triliun), Malaysia 4,5 miliar Dolar AS(Rp76 triliun), dan Jepang 3,1 miliar Dolar AS (Rp52 triliun).

“Kami mempunyai keyakinan yang sangat tinggi bahwa investasi akan terus berkontribusi secara positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang berkelanjutan, berkesinambungan, dan merata. Tentunya tugas ini tidak akan bisa kita capai jika tidak berkolaborasi bersama-sama,” ujar Rosan.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya