Berita

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Sektor Hilirisasi Sumbang Rp584,1 Triliun ke Investasi Nasional Sepanjang 2025

JUMAT, 16 JANUARI 2026 | 14:51 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Realisasi investasi di sektor hilirisasi sepanjang 2025 tercatat mencapai Rp584,1 triliun. Angka ini menyumbang 30,2 persen dari total realisasi investasi nasional yang menembus Rp1.931 triliun.

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyebut capaian tersebut ditopang terutama oleh komoditas mineral, yang masih menjadi kontributor terbesar dalam agenda hilirisasi nasional.

“Kontribusi hilirisasi mencapai 30,2 persen dengan dengan nilai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen secara tahunan,” ujar Rosan dalam konferensi pers, dikutip Jumat, 16 Januari 2026.


“Ya memang hilirisasi di berbagai sektor ini sudah mulai berjalan sangat baik, dan juga terakselerasi,” lanjutnya.

Dari total investasi hilirisasi tersebut, sektor mineral menyumbang Rp373,1 triliun, mencakup komoditas nikel, tembaga, dan bauksit. 

Sementara sektor perkebunan dan kehutanan mencatatkan investasi Rp144 triliun, disusul minyak dan gas bumi sebesar Rp60 triliun, serta kelautan dan perikanan Rp6,4 triliun.

Rosan menilai, struktur investasi hilirisasi semakin beragam dan tidak lagi bertumpu pada mineral kritis semata. Perluasan sektor menunjukkan arah kebijakan yang lebih inklusif dibanding periode sebelumnya.

Ia mencontohkan, di subsektor perkebunan, komoditas kelapa sawit dan kayu log masing-masing membukukan investasi sekitar Rp62 triliun.

Selain mendorong investasi, Rosan menekankan bahwa hilirisasi juga membawa dampak terhadap penciptaan lapangan kerja. Pertumbuhan industri pengolahan di dalam negeri, kata dia, menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, mulai dari hulu hingga hilir.

“Kalau kita bicara hilirisasi, ada value added nilai tambah yang kita mau capture di Indonesia. Dampak secara ekonomisnya itu berkali-kali lipat,” pungkas Rosan.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Kuota Batu Bara Turun, Laba Bisnis Tambang Astra Tergerus 28 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:33

Denny Indrayana Walk Out dari Sidang Gugatan Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:17

Laba Otomotif Astra Naik 8 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:13

Maroko Kembangkan Pelabuhan Raksasa Berkapasitas 20 Juta Kontainer

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:11

Lewat Program Pelita, AHY Ajak Warga Manfaatkan Energi Surya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:10

Normalisasi Sungai di Jakarta Dikebut Jelang Musim Hujan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:02

Laba Astra Tergerus 12 Persen, Ini Penyebabnya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:58

Raja Juli Batal Bahas Karhutla di DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:43

Film Laut Bercerita Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:20

BGN Perluas MBG Prasmanan, Sasar 5.000-10.000 Dapur hingga Akhir Tahun

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:19

Selengkapnya