Berita

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono, pada acara perayaan HUT ke-1 Piazza Firenze Garut di Kabupaten Garut, Jawa Barat. (Foto: Kemenkop)

Bisnis

Piazza Firenze Garut Jadi Bukti Koperasi Bisa Moderen

JUMAT, 16 JANUARI 2026 | 14:09 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Piazza Firenze Garut yang digagas desainer Poppy Dharsono telah mampu menjadi sentra UMKM kulit premium bergaya Italia di Sukaregang, Garut, meskipun baru berusi setahun.

Keberadaan Piazza Firenze mampu mengangkat kembali kejayaan kulit Garut bisa setara Firenze, Italia, menjadi pusat kerajinan kulit internasional dengan tenant kulit, kuliner, dan oleh-oleh, dilengkapi workshop, pelatihan, serta daya tarik wisata baru dengan arsitektur megah bernuansa Italia. 

Kesuksesan tersebut juga tidak lepas dari eksistensi dari Koperasi Kulit Artisan Indonesia dalam memberikan pendampingan dan pembinaan bagi para perajin kulit di Garut dalam meningkatkan kualitas produk dan perluasan pasar.


"Keberadaan dan peran Koperasi Kulit Artisan Indonesia ini dalam membangun dan mengembangkan Piazza Firenze, membuktikan bahwa para perajin kulit Garut bisa maju, moderen, dan kekinian dengan berkoperasi," kata Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono, pada acara perayaan HUT ke-1 Piazza Firenze Garut di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis malam, 15 Januari 2026.

Menkop menyebutkan, selain mampu bergaya moderen, aneka produk kulit yang ada di Piazza Firenze Garut sudah menyamai dan setara dengan standar produk kulit dunia. 
Lebih dari itu, keberadaan Piazza Firenze sudah mampu menjadi simbol kebanggaan masyarakat Jabar, khususnya Garut. 

"Buktinya, Piazza Firenze sudah menjadi tempat tujuan favorit para wisatawan saat berkunjung ke Garut," ungkap Menkop.

Bagi Menkop, kesuksesan koperasi di Garut dalam mengembangkan produk unggulan daerahnya ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain untuk juga dapat mengembangkan produk unggulan khas daerahnya masing-masing.

"Ini juga membuktikan bahwa koperasi bisa masuk ke segala sektor, terutama sektor produksi dan industri, termasuk industri penyamakan kulit," jelas Menkop.

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Bareskrim Bongkar Tempat Jual Beli Ekstasi di Tempat Hiburan Malam

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:59

Ekonom Sambut Baik Kerja Sama RI-Jepang soal Energi Hijau

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:45

NKRI di Persimpangan Jalan

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:13

Legislator Kebon Sirih Bareng Walkot Jakbar Sidak Terminal Kalideres

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:50

Menhan: Masyarakat Harus Benar-benar Merasakan Kehadiran TNI

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:25

RI Siapkan Tameng Hadapi Investigasi Dagang AS

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:08

Kemenhub Tegaskan Penerbangan ke Luar Negeri Tetap Beroperasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:50

Teheran Diserang Lagi, Israel Klaim Bunuh Dua Pejabat Tinggi Iran

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:30

Sopir Taksi Daring Lapor Polisi Usai Dituduh Curi Akun Mobile Legend

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:10

BI Beri Sinyal Tidak Akan Pangkas Suku Bunga Imbas Gejolak Global

Rabu, 18 Maret 2026 | 00:50

Selengkapnya