Berita

Pengamat politik Ubedilah Badrun. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Politik Uang Masih Marak, Perubahan Sistem Pilkada Dinilai Bukan Solusi

JUMAT, 16 JANUARI 2026 | 14:02 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Politik uang yang kerap dianggap sebagai biang keladi mahalnya biaya pemilihan kepala daerah (Pilkada) dinilai tidak bisa diselesaikan melalui perubahan sistem pemilihan. Persoalan tersebut justru harus ditangani dengan memperbaiki praktik berpolitik para elite.

Dosen Ilmu Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun, berpandangan bahwa gagasan mengembalikan Pilkada kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tidak mampu menjawab persoalan pelik politik uang yang terus berulang dalam setiap penyelenggaraan pemilu maupun pilkada.

“Yang harus dibenahi adalah praktik politiknya, bukan sistem pilkadanya,” ujar sosok yang akrab disapa Ubed itu kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Jumat, 16 Januari 2026.


Menurutnya, praktik politik yang perlu dibenahi berkaitan erat dengan komitmen partai politik terhadap kandidat atau bakal calon ketika hendak memasuki arena kontestasi politik.

“Misalnya, apa penyebab utama politik uang? Salah satunya adalah mahar politik dari calon kepala daerah kepada partai. Mahar seperti ini harus dihilangkan,” tegas Ubed.

Ia menambahkan, selama praktik mahar dan politik uang masih dibiarkan, perubahan sistem pemilihan tidak akan menyentuh akar persoalan yang sesungguhnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya