Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Minyak Turun Usai Pernyataan Trump

JUMAT, 16 JANUARI 2026 | 10:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia merosot cukup tajam setelah terjadi kenaikan selama lima hari berturut-turut seiring meredanya kekerasan terhadap para demonstran anti pemerintah di Iran yang ikut melegakan para pelaku pasar.

Dikutip dari Reuters, Jumat 16 Januari 2026, pada penutupan Kamis, harga minyak Brent ditutup turun 2,76 Dolar AS atau 4,15 persen menjadi 63,76 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 2,83 Dolar AS atau 4,56 persen ke level 59,19 Dolar AS per barel.

Penurunan harga terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dirinya mendapat laporan bahwa pembunuhan dalam penindakan protes di Iran mulai berkurang dan ia meyakini tidak ada rencana saat ini untuk melakukan eksekusi besar-besaran. 


Sikap ini menunjukkan pendekatan “menunggu dan melihat” setelah sebelumnya ia sempat melontarkan ancaman intervensi.

Analis menilai pernyataan Trump tersebut menurunkan premi risiko yang sempat terbentuk dalam beberapa hari terakhir. Pada Rabu, harga Brent sempat menyentuh 66,82 Dolar AS per barel, level tertinggi sejak September.

“Kami melihat perubahan besar, dari kemungkinan tinggi Trump akan menyerang Iran menjadi kemungkinan yang rendah. Itu yang menjadi tekanan utama penurunan harga hari ini,” kata analis senior Price Futures Group, Phil Flynn.

Seorang pejabat AS mengatakan pada Rabu bahwa Amerika Serikat menarik sebagian personelnya dari pangkalan militer di Timur Tengah. Langkah itu diambil setelah seorang pejabat senior Iran menyatakan Teheran telah memperingatkan negara-negara tetangga bahwa Iran akan menyerang pangkalan AS jika Washington melancarkan serangan.

Tekanan tambahan terhadap harga minyak datang dari data persediaan AS. Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan bahwa persediaan minyak mentah dan bensin AS pekan lalu meningkat lebih besar dari perkiraan analis. Di sisi lain, Venezuela mulai membalikkan kebijakan pemangkasan produksi minyak yang dilakukan akibat embargo AS. Tiga sumber menyebutkan ekspor minyak negara tersebut juga mulai kembali berjalan.

Analis juga menyoroti sentimen pasar yang semakin negatif setelah adanya percakapan telepon yang dinilai positif antara Trump dan Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, pada Rabu. Pasar memperkirakan kondisi jangka pendek akan stabil, sehingga lebih banyak minyak Venezuela akan masuk ke pasar dalam beberapa pekan ke depan.

Dari sisi permintaan, OPEC menyatakan pada Rabu bahwa permintaan minyak global pada 2027 diperkirakan akan meningkat dengan laju yang mirip dengan tahun ini. 
OPEC juga merilis data yang menunjukkan pasokan dan permintaan minyak global pada 2026 relatif seimbang, berbeda dengan sejumlah perkiraan lain yang memprediksi kelebihan pasokan.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Hubungan Industrial Harmonis Fondasi Penting Tingkatkan Kinerja Pelindo

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:45

Kemhan Renovasi Sekretariat LVRI dan Bedah Rumah Veteran di 19 Provinsi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:22

Seribu Lebih Ponpes Kini Bisa Kelola Dapur MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:45

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Polisi Tangkap Dua Orang Penghasut di Medsos terkait Pernyataan Prabowo soal Nuklir Iran

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:08

Pengusaha Nasional Didorong jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:55

IDCPC sebagai Instrumen Soft Power Diplomacy China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:35

Rencana Purbaya Kuasai Saham Whoosh Sudah Sampai ke Pemerintah China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:15

BGN Bidik Percepatan Pembangunan SPPG di Wilayah 3T

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:54

Perbankan Harus Beri Karpet Merah UMKM agar Naik Kelas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:28

Selengkapnya