Berita

Jajaran PP Himmah bertemu Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026. (Foto: Humas PP Himmah)

Politik

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

KAMIS, 15 JANUARI 2026 | 21:29 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

RMOL. Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PP Himmah) mendukung penuh langkah Kementerian Kehutanan dalam membabat para mafia hutan.

Hal itu agar kelestarian hutan Indonesia tetap terjaga dari segala praktik pembalakan liar. 

"Para mafia hutan harus ditindak tegas! Kejahatan mereka mengancam keberlangsungan ekosistem alam dan keselamatan hidup orang banyak," tegas Ketua Umum PP Himmah Abdul Razak Nasution dalam keterangan yang diterima redaksi usai bersilaturahmi dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.  


Lebih lanjut, Razak menyoroti kepemimpinan Raja Juli yang relatif muda sebagai bukti kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. 

"Kami mengapresiasi kepemimpinan Bapak Raja Juli Antoni yang memiliki latar belakang aktivis. Beliau sangat memahami suka duka masyarakat, sehingga kebijakan yang diambil sudah pasti berpihak pada rakyat dan untuk kemajuan Indonesia," ungkapnya. 

Di samping itu, Razak mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak mudah percaya pada isu-isu negatif yang beredar di media sosial mengenai Menteri Kehutanan. Ia menekankan pentingnya memberikan masukan yang konstruktif dan mengawal kebijakan yang ada.

"Mari kita dukung bersama kebijakan ini. Semoga langkah bapak menteri dalam mencabut 22 izin perusahaan membawa berkah dan kebaikan bagi seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya.

Pertemuan ini menjadi wadah bagi Himmah untuk menyampaikan apresiasi atas kebijakan pencabutan 22 Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) yang dinilai sebagai akar masalah bencana di Pulau Sumatera.

Dalam pertemuan itu, Ketua Umum PP Himmah didampingi jajaran pengurus inti. Di antaranya Sekretaris Jenderal Sukri Soleh Sitorus, Wakil Ketua Umum Fadlan Zainuddin Siregar, dan Wakil Sekretaris Jenderal Imam Sahala Martua Pohan.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya