Berita

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI), Sujahri Somar. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Politik

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

KAMIS, 15 JANUARI 2026 | 20:42 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Bencana lingkungan yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia bukan sekadar peristiwa alam, melainkan persoalan keadilan sosial.

Demikian disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) Sujahri Somar dalam acara pengukuhan dan reposisi DPP GMNI di Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.

“Bencana lingkungan bukan takdir. Bencana adalah hasil dari pilihan kebijakan,” tegas Sujahri.


Bagi GMNI, kata Sujahri, krisis lingkungan yang memicu banjir dan longsor, termasuk di wilayah Sumatera, merupakan dampak dari pembangunan yang mengabaikan daya dukung lingkungan serta keselamatan rakyat. 

Eksploitasi sumber daya alam yang dilegalkan atas nama investasi dan pertumbuhan ekonomi dinilai selalu menempatkan rakyat kecil sebagai korban pertama.

Sujahri menegaskan bahwa GMNI menolak narasi yang memaknai bencana sebagai kehendak alam semata. Organisasi mahasiswa nasionalis itu menilai, kebijakan yang mengedepankan keuntungan di atas keberlanjutan dan proyek di atas kemanusiaan menjadi akar persoalan krisis ekologis.

Sebagai bentuk tanggung jawab nyata, GMNI juga menggalang dan menyalurkan donasi bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera. Bagi GMNI, solidaritas bukan sekadar aksi simbolik, melainkan bagian dari perjuangan ideologis.

“Marhaenisme hidup ketika keberpihakan diwujudkan dalam tindakan nyata,” tegas Sujahri.

Melalui reposisi organisasi, Sujahri menegaskan siap berdiri bersama rakyat terdampak krisis lingkungan, tidak hanya saat bencana menjadi sorotan publik, tetapi juga dalam advokasi jangka panjang terhadap kebijakan pembangunan yang adil dan berkelanjutan.

“Krisis lingkungan adalah isu kemanusiaan dan keadilan sosial. Dalam setiap krisis, GMNI memilih untuk hadir, berpihak, dan bertindak,” pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya