Berita

Anggota DPR Fraksi Demokrat, Frederik Kalalembang. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Demokrat Bantah Ada Agenda Politik 2029 di Balik Manuver Roy Suryo

KAMIS, 15 JANUARI 2026 | 16:06 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Partai Demokrat menegaskan tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan langkah Roy Suryo yang mengkritik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, termasuk melalui peluncuran buku 'Gibran End Game'.

Belakangan, publik kerap mengaitkan manuver tersebut dengan dinamika politik menuju Pilpres 2029.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat, Frederik Kalalembang mengatakan Roy Suryo bukan lagi bagian dari partai, sehingga sikap dan tindakannya tidak bisa dikaitkan dengan Demokrat.


"Roy Suryo kan memang sudah bukan anggota lagi. Dia nggak ada lagi hubungannya dengan itu. Dan orang cuma hanya kait-kaitkan saja dengan Roy Suryo," ujar Frederik kepada RMOL di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.

Ia menambahkan, persepsi publik sering muncul karena kedekatan personal yang disalahartikan sebagai agenda politik.

Tegasnya, Demokrat sudah tidak merasa bertanggung jawab atas persepsi publik.

Pernyataan ini muncul di tengah spekulasi bahwa serangan Roy Suryo terhadap Gibran dan keluarga Joko Widodo merupakan bagian dari skenario politik tertentu, termasuk dugaan upaya membuka jalan bagi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada 2029. 

Frederik menegaskan, asumsi tersebut tidak berdasar dan tidak mencerminkan sikap resmi partai.

Soal isu dugaan ijazah palsu yang juga kerap disinggung Roy Suryo, Frederik menyatakan Demokrat menilai persoalan tersebut sudah sepenuhnya berada di ranah hukum dan tidak relevan lagi diperdebatkan secara politik. 

"Saya kira sudah ke ranah hukum dan sudah masuk ke ranah penyidikan, jadi saya kira kita serahkan saja semua kepada yang berwajib, karena nanti akan dibuktikan," tandasnya.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya