Berita

Unggahan akun Instagram @meaindia

Dunia

India Desak Warganya Segera Angkat Kaki dari Iran

KAMIS, 15 JANUARI 2026 | 14:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah India mendesak warganya yang saat ini berada di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut, menyusul meningkatnya kekerasan di Iran serta ancaman kemungkinan intervensi militer Amerika Serikat.

Kementerian Luar Negeri India mencatat terdapat setidaknya 10.765 warga negara India di Iran, yang terdiri dari mahasiswa, peziarah, pebisnis, dan wisatawan.

Kedutaan Besar India di Teheran menyatakan bahwa kondisi keamanan di Iran terus berkembang dan berpotensi memburuk. “Mengingat situasi yang terus berkembang di Iran, warga negara India yang saat ini berada di Iran (mahasiswa, peziarah, pebisnis, dan wisatawan) disarankan untuk meninggalkan negara itu dengan cara transportasi apa pun,” kata kedutaan pada Rabu, dikutip dari RT, Kamis, 15 Januari 2026.


Bagi warga India yang belum dapat segera meninggalkan Iran, pemerintah meminta mereka untuk membatasi pergerakan, menjauhi lokasi ramai maupun sensitif, serta tetap menjalin komunikasi rutin dengan Kedutaan Besar India guna memperoleh informasi dan bantuan terbaru.

Warga negara India juga diminta memastikan dokumen perjalanan dan imigrasi, termasuk paspor dan kartu identitas, tersimpan dengan aman dan mudah diakses. Sebelumnya, pada 5 Januari, pemerintah India telah lebih dulu mengeluarkan imbauan agar warganya menghindari perjalanan yang tidak penting ke Iran.

Sementara itu, Gedung Putih dilaporkan telah memperingatkan sekutu-sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk untuk bersiap menghadapi kemungkinan tindakan AS terhadap Iran. Para pemimpin Teluk khawatir perubahan rezim dapat memperkuat kelompok garis keras seperti Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) atau memicu kekacauan nasional.

Iran menanggapi situasi ini dengan menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB agar “mengutuk tanpa syarat” ancaman penggunaan kekuatan oleh Washington. Teheran menuding Washington dan Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas meningkatnya ketegangan dan kerusuhan di dalam negeri.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya