Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Tekno

Amerika Izinkan Ekspor Chip AI Nvidia H200 ke China dengan Syarat Ketat

KAMIS, 15 JANUARI 2026 | 13:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Amerika Serikat (WS) akhirnya resmi mengizinkan Nvidia menjual chip kecerdasan buatan (AI) H200 ke China dengan sejumlah pembatasan dan pengawasan ketat.

Dikutip dari Reuters, Kamis 15 Januari 2026, berdasarkan regulasi terbaru, chip H200 harus lebih dulu diperiksa oleh laboratorium pengujian independen untuk memastikan kemampuan teknis AI-nya sebelum boleh diekspor ke China. Selain itu, jumlah chip yang dikirim ke China tidak boleh melebihi 50 persen dari total chip H200 yang dijual Nvidia ke pelanggan di AS.

Nvidia juga diwajibkan memastikan bahwa pasokan chip H200 di dalam negeri AS mencukupi. Sementara itu, pembeli dari China harus membuktikan memiliki prosedur keamanan yang memadai dan menjamin chip tersebut tidak digunakan untuk tujuan militer. Ketentuan ini sebelumnya belum pernah diterapkan.


Bulan lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa penjualan chip tersebut akan diizinkan dengan imbalan biaya sebesar 25 persen untuk pemerintah AS. Keputusan ini memicu kritik dari berbagai kalangan di AS yang khawatir chip AI canggih tersebut akan memperkuat kemampuan militer China dan menggerus keunggulan teknologi AI Amerika Serikat.

Analis Seaport Research, Jay Goldberg, menilai pembatasan ekspor ini sebagai bentuk kompromi. Namun, ia meragukan efektivitasnya. “Perusahaan-perusahaan China selama ini terbukti mampu menemukan cara untuk mendapatkan chip-chip tersebut. Kebijakan ini terlihat seperti solusi sementara untuk menutupi celah besar dalam kebijakan ekspor AS,” ujarnya.

Sementara itu, perusahaan teknologi China dilaporkan telah memesan lebih dari 2 juta chip H200, masing-masing dengan harga sekitar 27.000 Dolar AS Jumlah ini jauh melampaui stok Nvidia yang saat ini hanya sekitar 700.000 chip.

Dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas pekan lalu, CEO Nvidia Jensen Huang mengatakan perusahaan sedang meningkatkan produksi H200 karena permintaan tinggi, baik dari China maupun pasar global.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya