Berita

Aktivis dan konten kreator Yansen alias Piteng (kiri) saat didampingi Anggota Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD), Alif Fauzi (kanan) di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan pada Rabu, 14 Januari 2026 (Dokumentasi RMOL)

Politik

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

KAMIS, 15 JANUARI 2026 | 10:28 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) resmi mengambil jalur hukum terkait dugaan tindak pidana ancaman serta teror yang dialami aktivis dan influencer saat menyuarakan kritik soal penanganan bencana di Sumatera ke Bareskrim Polri pada Rabu, 14 Januari 2026.

Laporan tersebut masing-masing teregister dengan nomor LP/B/19/I/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI atas nama Yansen dan LP/B/20/I/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI atas nama aktivis lingkungan Iqbal Damanik.

Anggota TAUD, Alif Fauzi, menjelaskan bila dugaan teror yang dialami para pelapor ini erat hubungannya dengan aktivitas kritik serta pandangan yang disampaikan mereka di media sosial.


“Kami dari Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) sedang melakukan pendampingan terhadap dua pelapor atas adanya dugaan tidak pidana ancaman dan teror yang mana ini sangat erat kaitannya dengan kegiatan aktivisme mereka di ruang digital, yaitu dengan menyuarakan soal bencana banjir Sumatera yang berjadi di akhir tahun lalu," kata Alif kepada wartawan.

Sementara itu, anggota TAUD lainnya, Gema Gita Persada berharap pihak kepolisian melihat perkara ini dengan baik dan lugas.

Sebab, apa yang dihadapi oleh para influencer ini bukan sekedar intimidasi biasa namun bisa mengarah ke tindak pidana teror.

“Ini bukan tindakan ancamannya saja, tapi ada motif-motif politis yang kemudian memicu adanya ancaman tersebut," kata Gema.

Sebagaimana diketahui, Yansen mengungkapkan, teror yang dialaminya bermula sekitar 20 Desember 2025. Dimana ada pihak yang meminta menghapus konten yang membahas bencana di Sumatera.

“Salah satu ancaman yang saya terima adalah permintaan untuk menghapus konten yang berkaitan dengan bencana di Sumatera. Saya tidak menyerang pemerintah, tetapi mengkritisi mengapa penanganan bencana di Sumatera terkesan ditutup-tutupi dan mengapa penanganannya berjalan lambat,” ujar Yansen.

Tidak sampai disitu, Yansen menyebut keluarganya turut menjadi sasaran. 

Sedangkan Iqbal Damanik menerima teror dalam bentuk komentar ancaman, pesan langsung berisi gambar kepala babi, sampai dengan pengiriman bangkai ayam tanpa kepala ke rumahnya.

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Wall Street Kompak Hijau Berkat Lonjakan Saham AI

Selasa, 17 Maret 2026 | 08:03

Krisis Energi Kuba: Blokade Minyak AS Picu Pemadaman Listrik Nasional

Selasa, 17 Maret 2026 | 07:45

Festival 1000 Berkah: Dari Sampah Plastik Menjadi Paket Pangan untuk Sesama

Selasa, 17 Maret 2026 | 07:35

Ancaman Inflasi Global Tekan Harga Emas Dunia ke Bawah Level 5.000 Dolar AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 07:22

Pasar Eropa Bangkit dari Tekanan, STOXX 600 Ditutup Hijau

Selasa, 17 Maret 2026 | 07:07

Melawan atau Hanyut dalam Tekanan

Selasa, 17 Maret 2026 | 06:43

Negara Harus Petakan Pola Serangan KKB di Papua Demi Lindungi Warga

Selasa, 17 Maret 2026 | 06:23

Pedro Sanchez Warisi Politik Bebas Aktif Bung Karno

Selasa, 17 Maret 2026 | 05:59

TNI AL Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan di Pesisir Tangerang

Selasa, 17 Maret 2026 | 05:45

SPPG IFSR Gelar Program Makan Berbuka Gratis Tanpa APBN

Selasa, 17 Maret 2026 | 05:22

Selengkapnya