Berita

Mantan presiden RI Joko Widodo dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (Foto: Istimewa)

Politik

Pengamat Bongkar Strategi PDIP di Balik Sikap Penyeimbang

KAMIS, 15 JANUARI 2026 | 09:31 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sikap politik PDIP yang memosisikan diri sebagai partai penyeimbang dinilai bukan sekadar pilihan normatif dalam demokrasi. Lebih dari itu, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi politik untuk menjaga keseimbangan kekuasaan.

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai gaya oposisi PDIP saat ini memang tidak setajam pada era Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kritik tetap disampaikan, namun dengan nada yang lebih moderat dan diplomatis, serta disertai upaya menjaga komunikasi politik dengan pemerintah.

Menurut Arifki, pergeseran gaya tersebut mencerminkan perhitungan politik yang matang. PDIP dinilai sengaja menghindari oposisi konfrontatif agar tidak terjebak dalam isolasi politik, sekaligus tetap memiliki posisi tawar dalam dinamika kekuasaan yang terus bergerak.


“Sikap penyeimbang bisa dibaca sebagai upaya PDIP untuk tidak menutup pintu kekuasaan. Tetap kritis, tetapi tidak memosisikan diri sebagai musuh politik permanen,” ujar Arifki kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.

Ia menambahkan, strategi tersebut relevan dalam konteks konsolidasi awal pemerintahan Prabowo yang masih dinamis. Dengan menjaga relasi politik, PDIP dinilai memiliki peluang untuk masuk ke kabinet melalui skema reshuffle atau kerja sama politik di tengah perjalanan pemerintahan.

Lebih jauh, Arifki menilai PDIP juga tengah membaca ulang peta kekuatan elite nasional, termasuk dinamika relasi antara Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), dan SBY, yang sama-sama memiliki pengaruh politik serta jaringan kekuasaan yang luas. Kedua tokoh tersebut diperkirakan akan memainkan peran penting dalam menentukan konfigurasi calon wakil presiden menjelang 2029.

“PDIP tentu tidak bisa mengabaikan fakta bahwa relasi SBY dan Jokowi ke depan akan sangat dinamis. Posisi cawapres akan menjadi titik temu kepentingan banyak elite, dan PDIP tampak tidak ingin keluar dari arena itu terlalu dini,” kata Arifki.

Dalam konteks tersebut, sejarah hubungan politik antara Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dan Prabowo Subianto juga dinilai menjadi faktor penting. Meski sempat berada di kubu berseberangan, keduanya pernah menjalin duet politik, yang menunjukkan bahwa kerja sama strategis bukanlah hal asing dalam tradisi PDIP.

“Secara historis, Megawati dan Prabowo pernah berduet. Artinya, secara psikologis dan politis, opsi itu bukan sesuatu yang tabu. Peluang tersebut tampaknya tidak ingin ditutup PDIP, terutama untuk memberi ruang bagi kadernya pada 2029,” pungkasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya