Berita

Ilustrasi bendera partai politik. (RMOLJateng)

Politik

Pilkada Lewat DPRD Justru Berisiko Rugikan Partai Penguasa

KAMIS, 15 JANUARI 2026 | 08:01 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Partai penguasa diingatkan bersikap hati-hati dalam mengolah wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD.

Analis komunikasi politik Hendri Satrio alias Hensat menyebut skema Pilkada tidak langsung justru berpotensi lebih menguntungkan partai-partai lama yang memiliki basis akar rumput kuat.

Dia mengungkap, pengalaman pada tahun 2014 dapat menjadi pelajaran penting. Saat itu, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) yang langsung membatalkan wacana Pilkada tidak langsung.


Menurut Hensat, keputusan SBY menerbitkan Perppu tidak terlepas dari kesadaran bahwa Partai Demokrat kala itu belum memiliki basis massa akar rumput yang cukup kuat, sehingga tidak diuntungkan apabila Pilkada dilakukan melalui DPRD.

“Demokrat pada saat itu kan menang karena SBY menjadi presiden, bukan berarti ia punya akar rumput yang kuat,” kata Hensat, Kamis, 15 Januari 2026.

Oleh karena itu, Hensat mengingatkan agar partai penguasa saat ini tidak gegabah dalam menyikapi wacana Pilkada tidak langsung. 

Pasalnya, partai-partai yang masih bergantung pada efek ekor jas atau coattail effect figur tertentu berisiko kalah bersaing dalam perebutan kursi eksekutif di daerah.

“Partai penguasa harus hati-hati, karena yang siap dengan wacana tersebut justru adalah partai-partai lama yang punya akar rumput kuat,” pungkas Hensat.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya