Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Dunia

SpaceX Gratiskan Internet Starlink untuk Warga Iran

KAMIS, 15 JANUARI 2026 | 07:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Warga Iran dikabarkan telah mulai dapat menggunakan layanan internet satelit Starlink milik SpaceX secara gratis. Para aktivis menilai langkah ini membantu warga menghindari pemblokiran informasi yang ketat oleh pemerintah Teheran.

Kebijakan tersebut muncul setelah pemerintah Iran memutus total akses telekomunikasi dan internet bagi sekitar 85 juta penduduk sejak 8 Januari 2026, di tengah meluasnya protes akibat krisis ekonomi dan anjloknya nilai mata uang. Meski SpaceX belum mengumumkan secara resmi, para aktivis mengatakan Starlink mulai bisa diakses gratis sejak Selasa lalu oleh siapa pun yang memiliki perangkat penerima.

“Starlink sangat penting,” kata Mehdi Yahyanejad dari organisasi Net Freedom Pioneers, dikutip dari Associated Press, Kamis 15 Januari 2026.


Ia menyebut sejumlah video yang memperlihatkan ratusan jenazah di pusat forensik dekat Teheran dapat tersebar ke dunia luar berkat Starlink. “Video itu mengubah pemahaman publik tentang apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya.

Sejak demonstrasi pecah pada 28 Desember, lebih dari 2.500 orang dilaporkan tewas, mayoritas pengunjuk rasa, menurut Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia yang berbasis di AS.

Penggunaan Starlink sendiri dilarang di Iran. Aktivis yang memakainya berisiko dituduh melakukan spionase, yang dapat berujung pada hukuman mati. Meski demikian, sejak 2022 diperkirakan lebih dari 50.000 perangkat Starlink telah diselundupkan ke Iran. Pengguna sering menyamarkannya, misalnya sebagai panel surya, agar tidak terdeteksi aparat.

Pemerintah Iran disebut mencoba mengganggu sinyal dan sistem GPS Starlink, namun upaya tersebut belum sepenuhnya efektif. SpaceX juga dilaporkan merilis pembaruan perangkat lunak untuk mengatasi gangguan tersebut.

Para pengamat menilai akses Starlink gratis berpotensi memperlancar arus informasi keluar dari Iran. Namun, ada kekhawatiran ketergantungan pada satu perusahaan dapat menjadi titik lemah di masa depan, terutama jika negara-negara lain meningkatkan upaya pengendalian komunikasi.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, secara terbuka telah menyatakan niatnya untuk melibatkan miliarder teknologi Elon Musk dalam upaya memulihkan akses internet di Iran. “Dia sangat ahli dalam hal seperti itu, dan dia punya perusahaan yang sangat bagus,” ujarnya, menanggapi pertanyaan mengenai keterlibatan SpaceX.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya