Berita

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menepis rumor liar yang mencatut nama Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: Unggahan akun Instagram @ppid.kemenkeu)

Bisnis

Kemenkeu: Kabar Ribuan Triliun Uang Jokowi di Bank China adalah Hoaks!

KAMIS, 15 JANUARI 2026 | 07:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bergerak cepat menepis rumor liar yang mencatut nama Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. 

Kabar yang mengeklaim temuan data uang mantan Presiden Joko Widodo sebesar ribuan triliun rupiah di Bank China dipastikan sebagai berita bohong atau hoaks.

Melalui akun resmi @ppid.kemenkeu pada Rabu 14 januari 2026,  pemerintah memberikan pernyataan tegas untuk melindungi publik dari disinformasi.


“Berita yang menyatakan bahwa Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menemukan data uang Jokowi ribuan triliun di Bank China adalah tidak benar atau hoaks,” tulis Kemenkeu dalam unggahannya.

Isu ini pertama kali menyebar melalui platform media sosial dalam bentuk video yang diunggah oleh akun Info Nasional.id. Konten tersebut menggunakan narasi provokatif yang seolah-olah berbasis data intelijen keuangan internasional.

Beberapa poin narasi dalam konten hoaks tersebut antara lain: mengklaim adanya keterlibatan bank-bank asal Tiongkok dalam aliran dana mencurigakan, menyebut temuan ini sebagai "indikasi sistemik" dan bukan sekadar gossip, serta mengaitkan isu dana tersebut dengan ambisi politik di masa lalu.

Kutipan dalam konten palsu tersebut berbunyi: “Ini bukan gosip warung kopi... Ini adalah indikasi sistemik yang menuntut penjelasan negara.” 

Namun, Kemenkeu secara resmi membubuhkan stempel 'HOAKS' pada tangkapan layar pemberitaan tersebut karena tidak memiliki dasar fakta.

Mengingat konten tersebut telah mendapatkan ribuan likes dan dibagikan secara luas, Kemenkeu meminta masyarakat untuk lebih kritis dalam menyaring informasi, terutama yang menyangkut pejabat negara.

“Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Purbaya,” tambah pihak Kemenkeu.

Kemenkeu menyarankan agar masyarakat selalu cek kebenaran informasi melalui kanal resmi pemerintah atau media massa yang kredibel sebelum menyebarkan berita sensitif mengenai keuangan negara.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya