Berita

Greenland yang saat ini merupakan wilayah Denmark. (Foto: AFP/Odd Andersen)

Publika

Greenland Pulau Strategis Global Pertahanan Uni Eropa

KAMIS, 15 JANUARI 2026 | 06:42 WIB

GREENLAND bukan hanya pulau terbesar di dunia, namun juga memiliki sumber daya alam yang bernilai tinggi. 

Olehnya tidak heran jika Uni Eropa, khususnya Denmark, akan mempertahankan mati-matian pulau ini. 

Greenland memiliki luas 2,16 juta Km2 dan dikelilingi oleh air. Oleh sebab itu Greenland secara definisi geografi adalah pulau dan bukan benua. 


Greenland merupakan kombinasi faktor strategis, di antaranya ekonomi, politik, dan keamanan global. 

Posisi geopolitik Greenland yang sangat strategis dan terletak di antara Eropa, Amerika Utara dan Samudera Arktik, menjadikannya sebagai titik kunci jalur militer dan pertahanan (terutama pada era Perang Dingin hingga sekarang).

Greenland juga memiliki peranan penting sebagai pengawasan radar dan satelit, serta penyangga keamanan kawasan Atlantik Utara. Oleh sebab itu, kehilangan Greenland berarti kehilangan pengaruh strategis besar di Arktik.

Kekayaan sumber daya alam yang terdapat di Pulau Greenland, juga tidak main-main, di antaranya adalah mineral langka (rare earth elements), yang sangat penting untuk teknologi modern (EV, chip, senjata dan lain-lain.). Selain itu di Greenland juga terdapat uranium, minyak dan gas serta perikanan.

Bagi Eropa, hal tersebut menjadi sangat penting untuk mengurangi ketergantungannya pada China dan Rusia, serta berguna untuk menjaga ketahanan ekonomi jangka panjangnya.

Negara-negara besar seperti Amerika Serikat (AS), Rusia dan China berlomba-lomba meningkatkan pengaruh di Arktik, karenanya Eropa tidak ingin kehilangan pijakan strategis di kawasan ini.

Greenland berada pada wilayah otonom Kerajaan Denmark. Ia bukan bagian dari anggota Uni Eropa, meskipun memiliki hubungan yang sangat erat dengannya. 

Apabila Greenland merdeka sepenuhnya, atau berpindah kepemilikan ke negara lain, misalnya AS atau China, maka Eropa akan kehilangan pengaruh strategis besar. 

Karena Greenland pada prinsipnya menjadi bagian penting dalam sistem pertahanan NATO. 

Pangkalan militernya seperti Thule Air Base, itu sangat krusial untuk deteksi rudal dan pertahanan udara NATO dan Eropa. 

Untuknya Eropa ingin memastikan kawasan ini tetap berada di blok Barat, bukan jatuh ke pengaruh rival.

Persaingan kekuatan dunia yang selama ini banyak di dominasi oleh Amerika Serikat, menjadikan AS semakin suka bersikap sewenang-wenang pada negara-negara lain. 

Dan hasrat menggebu-gebunya yang ingin menjadi Polisi Dunia, telah terbukti menimbulkan banyak negara-negara lain sebagai korban.

Sudah terlalu banyak negara-negara lain yang porak poranda akibat turut campurnya AS dalam urusan dalam negerinya. 

Sebut saja misalnya Indonesia di akhir Orde Lama, kemudian Vietnam, Afghanistan, Irak, Libya, Suriah, Yaman, Palestina, Lebanon dan terakhir Venezuela. 

Beruntung sekali jika ada negara yang terus diganggu oleh AS seperti Iran, namun masih bisa terus bertahan bahkan alutsistanya semakin canggih dan membuat dunia terperangah, ketika Iran menghajar Israel dengan rudal-rudal jarak jauhnya.

Eropa dan NATO sangat mengerti akan hal ini, dan mereka tidak ingin menjadi korban terakhirnya. Karena itu Eropa dan NATO mulai bersikap tegas pada AS dan mengancam akan menyerangnya, jika AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, nekat mencaplok Greenland! 

Menarik sekali bukan, sebab ini akan merubah peta politik dunia, di mana NATO tak lagi mesra dengan AS yang selama ini menjadi mitra politik, ekonomi dan militernya. Sapere aude!


Saiful Huda Ems 
Analis Politik

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya