Berita

Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi. (Foto: YouTube Akbar Faizal Uncensored)

Politik

Cerita Orang Dekat Gus Yaqut Kecewa Tidak Dikasih Kuota Haji

RABU, 14 JANUARI 2026 | 22:21 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Terdapat cerita dari salah seorang yang dekat dengan mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut), terkait dengan pengaturan tambahan kuota haji 20 ribu dari Arab Saudi.

Hal tersebut diungkap Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi dalam podcast Akbar Faizal Uncensored, yang tayang perdana pada Rabu, 14 Januari 2026.

"Di keluarga besar saya itu ada dua anggota keluarga besar saya yang belum naik haji. Satu kakak kandung saya. Yang kedua adalah paman saya. Nah dia sudah mendaftar dari tahun 2014. Nggak kunjung-berangkat. Daftar tunggunya lama sekali," urainya mulai menceritakan.


Dia menjelaskan, saat itu dirinya berpikir bisa mendapat kemudahan untuk mempercepat keberangkatan saudara kandungnya dan pamannya, karena dekat dengan Yaqut yang di tahun 2020 sudah menjadi Menag.

"Nah mumpung saya punya teman, Menteri Agama, dan saya mendengar ada kabar bahwa (Presiden) Jokowi mendapatkan tambahan (kuota) dari Muhammad Bin Salman 20 ribu. Sehingga saya buru-buru datang ke kantor Kementerian Agama waktu itu," ujarnya.

Namun, saat bertemu Yaqut di kantornya kala itu, respons yang didapat Islah justru tidak seperti yang diharapkan, sehingga sempat tidak percaya dengan yang dia alami.

"Kemudian datang ke Gus Yaqut, ini mumpung ada tambahan 20 ribu kuota ini ya bisa nggak sih paman dan kakak saya ini diselipkanlah sedikit. Dan jawabannya ternyata memang tidak mengenakan buat saya," jelasnya.

Lebih lanjut, dia memperjelas ceritanya yang setelah beberapa kali menghadap Yaqut, tetap tidak bisa meloloskan nama saudaranya untuk masuk tambahan kuota 20 ribu haji.

"Karena Gus Yaqut ketika itu bilang, 'Cak ini sistem meskipun kamu itu teman saya, saya nggak bisa intervensi ke dalam sistem haji itu, sehingga kalau ruang tunggu kakakmu itu sekian tahun ya sudah harus mengikuti sistem itu," ungkapnya.

"Ya kecewa saya sebagai teman. Tapi saya kemudian berpikir kan ini ada tambahan 20 ribu, bisa nggak sih dipercepat? Kita masuk ke situ. Sebab pada dasarnya cerita ini juga kita rasakan oleh banyak orang. Salah satunya saya," pungkas Islah.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya