Berita

Peluncuran buku "Selamatkan Nyawa, Hadirkan Tawa". (Foto: Istimewa)

Nusantara

Ketahanan Kesehatan Sebagai Investasi Peradaban

DR. Cashtry Meher Karya "Selamatkan Nyawa, Hadirkan Tawa"
RABU, 14 JANUARI 2026 | 21:40 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kesehatan tidak lagi cukup dipahami sebagai layanan yang bekerja ketika sakit datang. Namun harus ditempatkan sebagai fondasi keberlanjutan kehidupan dan ketahanan bangsa.

Cara pandang inilah yang menjadi inti buku "Selamatkan Nyawa, Hadirkan Tawa" yang ditulis seorang pemerhati kesehatan, DR. Cashtry Meher.

Dalam peluncuran buku tersebut, Cashtry menegaskan menjaga kehidupan adalah bentuk tertinggi dari peradaban sebuah bangsa. 


"ketahanan kesehatan tidak semata diukur dari kemampuan merespons krisis, melainkan dari kapasitas sistemik bangsa untuk mencegah, melindungi, dan memulihkan kehidupan secara konsisten," ujar Cashtry dalam peluncuran bukunya di The Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Rabu 14 Januari 2026.

Melalui buku ini, Cashtry mengajak publik melihat kesehatan sebagai sistem perlindungan kehidupan, sebuah sistem yang bekerja sebelum risiko muncul dan tetap hadir ketika tantangan datang. 

Kata dia, buku ini lahir dari refleksi panjang atas pengalaman lapangan, dialog lintas disiplin, serta kebutuhan membangun sistem kesehatan yang tidak hanya tanggap, tetapi juga tangguh dan berkelanjutan.

“Karena itu, buku ini mendorong kolaborasi penuh antara pemerintah, tenaga profesional, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat sebagai satu ekosistem kehidupan yang saling menguatkan,” pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya