Berita

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Nasdem, Rudianto Lallo. (Foto: YouTube TV Parlemen)

Politik

DPR Minta Pimpinan MA Dengarkan Keluhan Hakim Ad Hoc

RABU, 14 JANUARI 2026 | 19:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi III DPR mendukung penuh seluruh aspirasi Forum Solidaritas Hakim Ad Hoc Indonesia (FSHA) terkait kesejahteraan hakim ad hoc.

“Mewakili Fraksi Nasdem di Komisi III menyatakan mendukung semua poin yang disampaikan oleh solidaritas hakim ad hoc ini untuk dimasukkan dalam kesimpulan rapat untuk kita perjuangkan bersama,” tegas Anggota Komisi III DPR Fraksi Nasdem, Rudianto Lallo dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu, 14 Januari 2026. 

Ia menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah berkomitmen menaikkan gaji hakim hingga 280 persen. 


Terlebih, dalam keputusannya, Presiden Prabowo tidak secara spesifik menyebut kenaikan gaji hanya untuk hakim karier. 

“Jadi, ketika ada perbedaan tentulah tidak elok dan tidak sepantasnya perlakuan ini dialami oleh hakim-hakim ad hoc,” jelas Rudianto.

Atas dasar itu, Legislator Nasdem ini meminta para pimpinan Mahkamah Agung (MA) untuk mendengar keluhan para hakim ad hoc yang selama 13 tahun terakhir tidak ada perbaikan kesejahteraan.

“Pimpinan Mahkamah Agung harus mendengar ini,” tegasnya lagi.

Lebih lanjut, Rudianto memastikan bahwa Komisi III DPR RI akan memperjuangkan aspirasi para hakim ad hoc melalui kerja-kerja legislasi, termasuk dengan memanggil pihak-pihak terkait dalam rapat kerja (Raker) di Komisi III DPR.

“Dan pada saatnya rapat kerja dengan Sekretaris Jenderal Mahkamah Agung karena ini soal anggaran, namanya anggaran pasti tetap ujungnya ke DPR. Dan sudah tepatlah Bapak/Ibu yang mulia ini datang ke Komisi III. Tentu kami akan memperjuangkan itu,” pungkasnya.


Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya