Berita

Suasana Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara Forum Solidaritas Hakim Ad Hoc Indonesia (FSHA) dengan Komisi III DPR. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Komisi III Minta Perpres Tunjangan Hakim Ad Hoc Dievaluasi

RABU, 14 JANUARI 2026 | 19:14 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi III DPR akan meminta pemerintah untuk segera mengevaluasi ketentuan hak keuangan dan fasilitas bagi hakim ad hoc. 

Hal tersebut sebagaimana hasil Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR bersama Forum Solidaritas Hakim Ad Hoc Indonesia (FSHA) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026.

"Dari masukan-masukan yang ada, ini ada yang seribu persen (memberikan dukungan). Golkar, PAN, malah lima ribu persen. Artinya apa yang saudara sampaikan bisa mengetuk hati seluruh fraksi tanpa kecuali,” kata anggota Komisi III DPR, I Wayan Sudirta.


Dalam kesimpulan rapat, Komisi III secara tegas meminta pemerintah melalui kementerian terkait serta Mahkamah Agung untuk melakukan evaluasi dan kajian terhadap Perpres 5/2013 juncto Perpres 42/2023 tentang hak keuangan dan fasilitas hakim ad hoc.

Evaluasi tersebut dinilai penting, khususnya terkait penyesuaian pemenuhan hak dan fasilitas tunjangan bagi hakim ad hoc.

Adapun tunjangan yang dimaksud meliputi tunjangan kemahalan, tunjangan keluarga, tunjangan beras, jaminan kesehatan, serta berbagai hak non-gaji lainnya.

Komisi III menilai, kesejahteraan hakim ad hoc perlu mendapatkan perhatian serius seiring dengan beban dan tanggung jawab yang diemban dalam menegakkan hukum dan keadilan.

Selain itu, Komisi III juga meminta Mahkamah Agung untuk memberikan perlindungan kepada hakim ad hoc yang menyampaikan aspirasi. 

Perlindungan tersebut diberikan sepanjang penyampaian aspirasi dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya