Berita

Menlu Sugiono (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Dunia

Menlu: Nasib Dua ABK WNI Korban Penculikan di Gabon Masih Belum Diketahui

RABU, 14 JANUARI 2026 | 18:34 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengungkapkan bahwa hingga kini nasib dua dari empat anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penculikan bajak laut di perairan Gabon masih belum diketahui. 

"Terus terang sejauh ini juga kita belum tahu nasib yang dua, tapi kita akan coba cari jalur untuk bisa cari tahu kondisinya seperti apa,” ungkap Menlu  dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026.

Ia menegaskan bahwa Kementerian Luar Negeri RI terus melakukan koordinasi dengan Kedutaan Tiongkok untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai kondisi para korban.


“Ya, ini kita lagi satu memantau terus perkembangannya dan saya juga mencoba untuk berkoordinasi dengan Kedutaan Tiongkok,” ujar Sugiono.

Sugiono menambahkan bahwa perwakilan Indonesia di kawasan Afrika Tengah juga terus bekerja memantau situasi di lapangan. KBRI Yaounde, Kamerun, disebut aktif berkoordinasi dengan otoritas setempat dan melaporkan perkembangan secara berkala.

“Saya kira perwakilan kita di Yaounde juga udah terus memonitor situasi ini. Saya nunggu laporannya setiap jam lah, setiap ada update,” tegasnya.

Sebelumnya, aksi pembajakan kapal penangkap ikan di perairan Gabon berujung pada penculikan empat WNI yang bekerja sebagai ABK. 

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, mengungkapkan bahwa insiden tersebut terjadi pada Sabtu, 11 Januari 2026.

“Kemlu telah mendapatkan informasi bahwa pada tanggal 11 Januari 2026 telah terjadi pembajakan terhadap kapal penangkap ikan IB FISH 7 (Liang Peng Yu 828) di perairan Ekwata, Gabon,” ungkap Heni dalam pernyataan tertulis, Selasa, 13 Januari 2026.

Dalam peristiwa tersebut, pelaku pembajakan menculik sembilan awak kapal dari total 12 orang, termasuk empat ABK WNI. 

Sementara itu, tiga awak kapal lainnya, termasuk dua WNI, dilaporkan selamat.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Kejagung Periksa 6 Saksi Kasus Korupsi BGN

Selasa, 25 Agustus 2026 | 04:12

Karhutla Tak Cukup Dipadamkan, Harus Dicegah dan Diusut

Selasa, 25 Agustus 2026 | 04:00

Bung Karno Sang Orator

Selasa, 25 Agustus 2026 | 03:38

Tangis Megawati Pecah saat Wajah Bung Karno Muncul di Langit Gelora Bung Tomo

Selasa, 25 Agustus 2026 | 03:20

Jangan Takut, tapi Tetap Waspada soal Isu Rusuh Agustus Jilid II

Selasa, 25 Agustus 2026 | 03:07

15 Saksi Dugaan Penyalahgunaan Pelimpahan Nomor Porsi Haji 2026 Diperiksa

Selasa, 25 Agustus 2026 | 02:33

Tim Hukum Hukum Ungkap 30 Pelanggaran Penanganan Kasus Febrie Adriansyah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 02:20

DSI Resmi Beroperasi, Ini Jajaran Direksi dan Komisarisnya

Selasa, 25 Agustus 2026 | 02:02

Soekarno Cup 2026 Libatkan 400 Talenta Muda

Selasa, 25 Agustus 2026 | 01:31

Mustahil Sjafrie Larang Mahasiswi Unhan Berjilbab

Selasa, 25 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya