Berita

Hukum

Eks Bupati Konawe Utara Diperiksa Kejagung, Kasus Izin Tambang Masuk Babak Serius

RABU, 14 JANUARI 2026 | 17:22 WIB

Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mengusut dugaan korupsi pemberian izin tambang di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Mantan Bupati Konawe Utara Aswad Sulaiman telah diperiksa penyidik.

“Sudah, sudah pernah (diperiksa),” kata Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, kepada wartawan di Gedung Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu 14 Januari 2026.

Syarief menyebut pemeriksaan terhadap Aswad dilakukan di Kendari, Sulawesi Tenggara. Namun, ia tidak merinci waktu pemeriksaan maupun materi yang digali penyidik.


Dalam proses penyidikan, Kejagung masih melakukan pencocokan data dengan Kementerian Kehutanan (Kemenhut), sekaligus menunggu hasil perhitungan kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Masih kita pelajari dokumennya dan bersamaan sedang dilakukan perhitungan kerugian negara di BPKP,” jelas Syarief.

Kasus dugaan korupsi izin tambang Konawe Utara sempat ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak 2017, dengan Aswad Sulaiman sebagai salah satu tersangka. Namun, perkara tersebut dihentikan pada Desember 2024.

Kejagung kemudian mengambil alih penanganan perkara dan menyatakan telah meningkatkan statusnya ke tahap penyidikan sejak Agustus 2025. Hal itu disampaikan Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna pada akhir Desember 2025.

Perkara ini diduga terkait penerbitan izin usaha pertambangan di kawasan yang masuk wilayah hutan lindung dengan rentang waktu kejadian 2013 hingga 2025. Hingga kini, Kejagung belum menetapkan tersangka.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya