Berita

Joko Widodo atau Jokowi. (Foto: Instagram @yusufmuhammad)

Politik

Kata Jokowi, Eggi Sudjana-Damai Lubis Datang untuk Restorative Justice

RABU, 14 JANUARI 2026 | 15:04 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Mantan Presiden Joko Widodo membenarkan adanya pertemuan dengan dua tersangka kasus tudingan ijazah palsu, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis di kediamannya di Solo, Jawa Tengah. Pertemuan disebut Jokowi sebagai silaturahmi, termasuk membicarakan restorative justice.

“Benar, telah hadir bersilaturahmi Bapak Prof Eggy Sudjana dan Bapak Damai Hari Lubis SH ke rumah saya. Benar beliau-beliau hadir didampingi pengacara Ibu Elida Netty, dan itu adalah kehadiran untuk silaturahmi,” ujar Jokowi di Solo, dikutip Rabu 13 Januari 2026.

Jokowi menyampaikan, Eggi dan Damai hadir didampingi kuasa hukumnya, Elida Netty. Saat ditanya apakah ada permintaan maaf dari Eggi dan Damai, Jokowi menyamaikan tidak perlu dipersoalkan.


“Menurut saya ada atau tidak itu tidak perlu diperdebatkan. Niat baik silaturahmi itu harus saya hormati dan saya hargai,” ujarnya.

Jokowi menegaskan kedatangan Eggi dan Damai Hari menunjukkan niat baik, dan tidak membantah pertemuan membicarakan peluang restorative justice dalam perkara isu ijazah palsu.

Meskipun adalah kewenangan dari penyidik dan Polda Metro Jaya, Jokowi menambahkan tindak lanjut soal restorative justice akan ditangani oleh kuasa hukumnya dengan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis.

“Saya kira nanti akan ditindaklanjuti oleh pengacara beliau,” demikian kata Jokowi.

Pertemuan Jokowi dengan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis di kediamannya di kawasan Sumber, Solo, Kamis, 8 Januari 2026. Pertemuan juga dihadiri Ketua Umum Relawan Jokowi (ReJO) Darmizal dan Sekjen ReJO Rakhmad. Diketahui, Eggi Sudjana telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian dalam kasus isu ijazah palsu Jokowi.

Soal isi pertemuan, Eggi sendiri berjanji baru akan menyampaikan keterangan Jumat lusa.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya