Berita

Peserta didik menikmati MBG. (Foto: BGN)

Politik

Keberhasilan MBG Bukan dari Jumlah Porsi tapi Perbaikan Gizi

RABU, 14 JANUARI 2026 | 13:40 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus diimbangi dengan penguatan mutu layanan, pengawasan ketat, dan tata kelola yang transparan.

Berdasarkan laporan evaluasi kinerja Badan Gizi Nasional (BGN), hingga akhir 2025 Program MBG telah menjangkau sekitar 55,1 juta penerima manfaat dengan dukungan lebih dari 19 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. 

Menurut Anggota Komisi IX DPR RI, Muh Haris, skala tersebut menjadikan MBG sebagai salah satu program pemenuhan gizi terbesar di dunia yang dikelola negara.


“Secara kuantitatif, ini adalah capaian monumental. Negara menunjukkan kemampuan mobilisasi yang sangat besar. Namun, kita tidak boleh berhenti pada angka. Yang lebih penting adalah jaminan mutu, keamanan pangan, dan dampak kesehatan jangka panjang bagi anak-anak Indonesia,” kata Muh Haris lewat keterangan resminya di Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026.

Muh Haris menyoroti masih ditemukannya insiden keracunan pangan dalam pelaksanaan MBG sepanjang 2025. Ia menilai kasus-kasus tersebut harus menjadi alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan. 

“Program ini menyasar kelompok rentan, terutama anak sekolah. Maka prinsipnya harus zero accident. Tidak boleh ada kompromi terhadap standar higiene, sanitasi, dan pengawasan dapur MBG,” tegasnya.

Ia mendorong agar sertifikasi laik higiene, audit berkala SPPG, serta pelibatan aktif dinas kesehatan daerah dan komite sekolah benar-benar dijalankan secara konsisten.

Selain aspek kesehatan, politisi Komisi IX itu juga mengingatkan pemerintah agar mengantisipasi dampak MBG terhadap stabilitas harga pangan. Lonjakan permintaan terhadap komoditas tertentu, seperti telur dan susu, terbukti memicu gejolak pasar di sejumlah daerah. 
“Program gizi tidak boleh justru menekan daya beli masyarakat. Negara harus hadir menjaga keseimbangan antara pemenuhan gizi dan stabilitas harga pangan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya rantai pasok yang adil dan inklusif, dengan membuka ruang luas bagi UMKM, BUMDes, dan produsen lokal, agar manfaat ekonomi MBG benar-benar dirasakan masyarakat bawah.

Terkait peningkatan anggaran MBG pada 2026, Muh Haris mengingatkan bahwa besarnya dana publik harus sejalan dengan akuntabilitas dan evaluasi berbasis dampak. 

“Ke depan, ukuran keberhasilan bukan lagi berapa juta porsi yang dibagikan, tetapi sejauh mana program ini menurunkan stunting, meningkatkan kesehatan, dan mendukung kualitas pendidikan anak-anak kita,” katanya.

Ia mendorong integrasi data gizi, kesehatan, dan pendidikan agar DPR dan publik dapat memantau secara objektif manfaat nyata Program MBG.

Muh Haris menegaskan, Komisi IX DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap Badan Gizi Nasional dan seluruh mitra pelaksana. 

“Kami mendukung penuh tujuan besar program ini. Namun, dukungan harus disertai pengawasan ketat agar MBG benar-benar menjadi investasi strategis menuju Indonesia Emas 2045, bukan sekadar proyek besar tanpa kualitas,” pungkasnya.





Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya