Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Goldman Sachs Ingatkan Risiko Tersembunyi di Balik Kilau Emas

RABU, 14 JANUARI 2026 | 13:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Meski harga emas mencetak rekor baru di tahun 2026, Goldman Sachs memperingatkan investor agar tidak terjebak dalam strategi yang keliru. Alih-alih menjadi "pelabuhan aman", emas dinilai menyimpan risiko volatilitas yang sering kali diremehkan.

Goldman Sachs mencatat emas pernah mengalami penurunan nilai (drawdown) hingga 70 persen. Angka ini jauh lebih berisiko dibandingkan obligasi pemerintah AS yang lebih stabil sebagai bantalan portofolio.

Secara historis, pergerakan harga emas lebih fluktuatif dibandingkan saham AS, dengan potensi kerugian yang jauh lebih dalam saat tren berbalik.


Emas hanya terbukti efektif melawan inflasi dalam sekitar 50 persen periode 20 tahunan. Sebaliknya, saham AS secara konsisten lebih mampu melampaui inflasi dalam jangka panjang.

Dibandingkan emas, saham AS dianggap sebagai pendorong pertumbuhan kekayaan yang lebih andal karena didukung oleh fundamental laba perusahaan.

Sentimen "serbu emas" terlihat dari aliran dana masuk sebesar 950 juta ke ETF SPDR Gold Shares (GLD) dalam satu hari saja di awal pekan ini. Meskipun performa emas melampaui pasar saham di awal 2026, Goldman Sachs tetap menyarankan posisi overweight pada saham AS selama resesi belum membayangi.

Lonjakan harga emas saat ini lebih dipicu oleh sentimen geopolitik dan ekspektasi suku bunga, namun secara fundamental, risiko penurunan jangka panjangnya tetap tinggi bagi investor ritel yang hanya mengejar tren.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya