Berita

Ilustrasi Rupiah (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

BI Pasang Badan Pastikan Pasar Tetap Stabil

RABU, 14 JANUARI 2026 | 12:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah guncangan pasar keuangan global yang kian dinamis, Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk tetap "pasang badan" di pasar valuta asing. 

Langkah ini diambil guna memastikan pergerakan nilai tukar Rupiah tetap terkendali dan mencerminkan fundamental ekonomi nasional, meskipun tekanan eksternal terus meningkat.

Pernyataan tegas ini muncul saat posisi Rupiah diperdagangkan mendekati level terendah terhadap Dolar AS. Kondisi ini memicu kekhawatiran pelaku pasar, namun BI memastikan bahwa instrumen kebijakan mereka siap bekerja secara optimal.


Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI, Erwin Gunawan Hutapea, menjelaskan bahwa pelemahan Rupiah tidak terjadi secara tunggal, melainkan searah dengan tren mata uang di kawasan Asia lainnya. 

Ia mengidentifikasi dua pemicu utama di balik tekanan ini, yaitu eskalasi geopolitik global dan krisis kepercayaan pada independensi bank sentral

Ketegangan di berbagai belahan dunia memicu ketidakpastian yang membuat investor cenderung menarik modal dari pasar negara berkembang (emerging markets) menuju aset yang dianggap lebih aman (safe haven).

Adanya kekhawatiran pasar terhadap campur tangan politik dalam kebijakan moneter di sejumlah negara maju turut mengguncang sentimen investor global.

Untuk meredam gejolak, BI mempertegas kehadirannya di pasar melalui strategi intervensi yang terukur. Fokus utama Bank Sentral saat ini meliputi:

Intervensi di Pasar Spot, yaitu menjaga ketersediaan likuiditas Dolar AS secara langsung untuk memenuhi kebutuhan pasar. Kemudian Pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) atau mengelola ekspektasi nilai tukar di masa depan guna mencegah spekulasi berlebihan.

BI juga akan Memastikan pasar obligasi tetap menarik bagi investor asing agar aliran modal masuk tetap terjaga.

"BI berkomitmen untuk terus berada di pasar valas. Kami ingin memastikan mekanisme pasar tetap berjalan secara teratur, wajar, dan efisien demi menjaga stabilitas makroekonomi kita," tegas Erwin.

Meski berada di bawah tekanan, fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih cukup tangguh, didukung oleh angka inflasi yang terkendali dan cadangan devisa yang memadai. Kehadiran aktif BI diharapkan mampu memberikan "jangkar" bagi pelaku usaha agar tetap percaya diri dalam menjalankan aktivitas ekonomi meski di tengah volatilitas nilai tukar.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya