Berita

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung didampingi Wakil Gubernur Rano Karno dan Gubernur DKI Jakarta periode 1997-2007, Sutiyoso menyaksikan pembongkaran tiang monorel terbengkalai. (Foto: PPID DKI)

Nusantara

Tiang Monorel Terbengkalai di Rasuna Said Mulai Dibongkar

RABU, 14 JANUARI 2026 | 11:56 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, memulai penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Sebagai tahap awal, penataan dilakukan dengan membongkar tiang monorel yang sudah lama terbengkalai di kawasan tersebut.

Groundbreaking penataan kawasan ini disaksikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung didampingi Wakil Gubernur Rano Karno dan Gubernur DKI Jakarta periode 1997-2007, Sutiyoso serta perwakilan Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta juga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebanyak 109 tiang monorel yang terbengkalai akan dibongkar dari sepanjang Jalan HR Rasuna Said hingga depan Hotel Grand Melia. Proyek ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada September mendatang.


"Saya hari ini bersama dengan Bapak Sutiyoso, dengan Kajati, Bapak Wagub, dan juga dari KPK, Bapak Bahtiar, melakukan penataan Jalan Rasuna Said yang dimulai dengan memotong tiang monorel," ujar Pramono, Rabu,14 Januari 2026.

Proses pembongkaran tiang monorel ini diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp254 juta. Sedangkan keseluruhan biaya penataan kawasan di Jl HR Rasuna Said sendiri diperkirakan mencapai Rp102 miliar.

Penataan kawasan di Jalan HR Rasuna Said meliputi perbaikan jalan, selokan, taman, penerangan jalan, hingga jalur pedestrian. Melalui penataan ini diharapkan akan mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan ini.

"Saya meyakini ini akan membuat Jalan HR Rasuna Said menjadi jalan yang semakin baik dan mudah-mudahan kemacetan juga akan berkurang," katanya.

Pembongkaran tiang monorel terbengkalai ini mendapatkan dukungan penuh secara hukum dari Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Untuk menjaga kenyamanan pengguna jalan di jalur tersebut, seluruh proses pengerjaan pembongkaran akan dilakukan pada malam hari. Pramono juga telah menginstruksikan Dinas Bina Marga dan Dinas Perhubungan untuk memastikan tidak ada penutupan jalur agar arus lalu lintas tetap lancar.

Terkait status aset, Pemprov DKI telah berkomunikasi dengan PT Adhi Karya. Sebelumnya, melalui surat yang dikirimkan Pemprov DKI, pihak Adhi Karya diminta untuk membongkar sendiri tiang-tiang tersebut pada November lalu, namun hingga batas waktu yang ditentukan tak kunjung terlaksana.

Meski diambil alih oleh Pemprov DKI, Pramono menegaskan bahwa besi hasil bongkaran akan diserahkan kembali kepada Adhi Karya.

Penataan tiang monorel nantinya juga akan dilakukan di kawasan Senayan. Namun, beberapa tiang akan dipertahankan untuk dimanfaatkan sebagai sarana komersial, seperti reklame atau videotron.

"Kalau ini sudah berjalan dengan baik karena yang di Senayan memang beberapa pasti akan kami bongkar, tetapi beberapa akan kami sisakan untuk videotron dan sebagainya untuk reklame. Jadi harus dimanfaatkan," ucapnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta periode 1997-2007, Sutiyoso mengapresiasi langkap Gubernur Pramono untuk menata kawasan Jalan HR Rasuna Said. Menurutnya, keputusan Pramono tersebut merupakan langkah tepat untuk dilakukan.

"Kepastian itulah yang diberikan oleh Gubernur Pramono dan itu adalah keputusan yang paling tepat, seenggak seenak apa pun mengeluarkan biaya harus kita lakukan," ungkap Sutiyoso atau yang akrab disapa Bang Yos.

Bang Yos pun meminta masyarakat untuk mendukung upaya Pemprov DKI menata kawasan Rasuna Said menjadi lebih nyaman dan tertata.

"Terima kasih Pak Gubernur Pramono, Pak Wagub, dan Pak Kajati, Pak KPK juga yang ikut mendukung penertiban ini, semoga nanti bisa dilihat dinikmati seperti yang sudah dijelaskan tadi," tandasnya.


Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya