Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

OJK Catat Tren Positif: Ramadan Jadi Katalis Utama Pertumbuhan Industri Pindar

RABU, 14 JANUARI 2026 | 11:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa secara historis, kebutuhan masyarakat meningkat tajam selama periode Ramadan. Hal ini menjadi salah satu pendorong meningkatnya nilai pembiayaan fintech lending atau pinjaman daring (pindar).

Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK, Agusman, mengungkapkan bahwa tren kenaikan ini terlihat jelas dalam dua tahun terakhir. Penyaluran pendanaan tumbuh 8,90 persen (mtm) pada Ramadan 2024 dan tetap menguat 3,80 persen (mtm) pada Ramadan 2025.

“Pada periode Ramadan, penyaluran pendanaan pindar cenderung menunjukkan peningkatan. Tren tersebut menunjukkan bahwa Ramadan dapat menjadi salah satu momentum meningkatnya kebutuhan pembiayaan masyarakat,” jelas Agusman di Jakarta, dikutip Rabu 14 Januari 2026. 


Hingga November 2025, wajah industri pindar nasional masih diwarnai oleh kebutuhan konsumtif masyarakat. Dari total outstanding industri yang mencapai Rp94,85 triliun, sebesar 67,09 persen atau Rp63,63 triliun mengalir ke sektor konsumtif. 

Meski begitu, sektor produktif tetap menunjukkan taringnya dengan porsi 32,91 persen, membuktikan bahwa pindar juga menjadi tumpuan bagi para pelaku usaha kecil.

Menyambut Ramadan tahun ini, OJK memberikan perhatian khusus pada kualitas pertumbuhan industri. Tahun 2025 menjadi saksi "bersih-bersih" industri melalui proses konsolidasi yang cukup ketat. Beberapa nama besar tercatat meninggalkan gelanggang, di antaranya:

PT Ringan Teknologi Indonesia (Ringan): Mengembalikan izin karena proyeksi kerugian.
PT Crowde Membangun Bangsa (Crowde): Izin dicabut karena gagal melakukan penyehatan perusahaan.
PT Astra Welab Digital Arta (Maucash): Mundur secara sukarela pada Desember 2025.

Agusman menegaskan bahwa dinamika ini adalah bagian dari evolusi industri untuk menciptakan ekosistem yang lebih kuat. 

"Dinamika keluarnya pelaku usaha merupakan bagian dari konsolidasi industri yang diarahkan pada penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan pelindungan konsumen," imbuhnya.

Meski jumlah pemain berkurang, secara keseluruhan industri ini justru semakin perkasa. Data terakhir per November 2025 menunjukkan pembiayaan pindar melesat 25,45 persen secara tahunan (yoy). Dengan fondasi yang lebih stabil dan manajemen risiko yang lebih ketat, industri pindar siap menyongsong lonjakan permintaan masyarakat pada Ramadan mendatang dengan lebih sehat dan berkelanjutan.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Polda Riau Bongkar Penampungan Emas Ilegal

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:17

Istana: Perbedaan Pandangan soal Board of Peace Muncul karena Informasi Belum Utuh

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:12

Sekolah Garuda Dibuka di Empat Daerah, Bidik Talenta Unggul dari Luar Jawa

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:05

Menag: Langkah Prabowo soal Board of Peace Ingatkan pada Perjanjian Hudaibiyah

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:39

Ini Respons Mendikti soal Guru Besar UIN Palopo Diduga Lecehkan Mahasiswi

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:35

Polri Berduka Cita Atas Meninggalnya Meri Hoegeng

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:13

Demokrat Belum Putuskan soal Dukungan ke Prabowo pada 2029

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:02

MUI Apresiasi Prabowo Buka Dialog Board of Peace dengan Tokoh Islam

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:55

Jenazah Meri Hoegeng Dimakamkan di Bogor

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:53

PPATK Ungkap Perputaran Uang Kejahatan Lingkungan Capai Rp1.700 Triliun

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:46

Selengkapnya