Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Minyak Stabil setelah Naik Selama Sepekan

RABU, 14 JANUARI 2026 | 10:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia terpantau turun pada pembukaan perdagangan Rabu, 14 Januari 2026, setelah naik selama empat hari berturut-turut. Penurunan ini terjadi karena Venezuela kembali mengirimkan minyak ke pasar global. 

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent turun 9 sen atau 0,14 persen  ke 65,38 Dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah 12 sen atau 0,20 persen ke 61,03 Dolar AS per barel.

Sehari sebelumnya harga minyak melonjak tajam. Brent ditutup naik 2,5 persen dan WTI menguat 2,8 persen. Secara keseluruhan, dalam empat hari perdagangan terakhir, harga kedua kontrak tersebut telah melonjak sekitar 9,2 persen, dipicu meningkatnya protes di Iran yang menimbulkan kekhawatiran gangguan pasokan dari negara tersebut, yang merupakan produsen minyak terbesar keempat di OPEC.


Analis Citi menilai, protes di Iran berpotensi memperketat keseimbangan pasokan minyak global, terutama melalui meningkatnya risiko geopolitik. Karena itu, Citi menaikkan proyeksi harga Brent untuk tiga bulan ke depan menjadi 70 Dolar AS per barel.

Namun, Citi menekankan bahwa sejauh ini protes belum meluas ke wilayah utama penghasil minyak Iran, sehingga dampaknya terhadap pasokan nyata masih terbatas. Risiko saat ini lebih condong ke masalah politik dan logistik, bukan penghentian produksi langsung.

Di sisi lain, tekanan dari Iran sebagian diimbangi oleh Venezuela, salah satu pendiri OPEC, yang mulai membalikkan pemangkasan produksi minyak yang sebelumnya dilakukan akibat embargo AS. Ekspor minyak Venezuela juga kembali berjalan, menurut tiga sumber.

Dua kapal supertanker dilaporkan berangkat dari perairan Venezuela pada Senin, masing-masing membawa sekitar 1,8 juta barel minyak mentah. Pengiriman ini diduga menjadi bagian awal dari kesepakatan pasokan 50 juta barel antara Caracas dan Washington untuk menghidupkan kembali ekspor, menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh AS.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya