Berita

Rupiah (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Dolar AS Perkasa, Rupiah dan Mata Uang Asia Tertekan

RABU, 14 JANUARI 2026 | 09:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah dinamika pasar keuangan global, kurs Dolar AS menunjukkan pergerakan yang bervariasi terhadap sejumlah mata uang utama

Indeks Dolar AS (DXY) menguat 0,28 persen ke level 99,15. 

Keperkasaan greenback ini dipicu oleh rilis data inflasi Amerika Serikat bulan Desember yang stabil di angka 2,7 persen (yoy). 


Kondisi ini memberi sinyal bahwa ekonomi AS masih cukup tangguh, sehingga Bank Sentral AS (The Fed) diprediksi belum akan terburu-buru memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

Kekuatan Dolar AS memberikan tekanan langsung pada mata uang di kawasan Asia.

Rupiah Indonesia Terkoreksi sebesar 0,13 persen, membawa nilai tukar berada di level Rp16.877 per Dolar AS, seperti laporan Bloomberg. Tekanan jual di pasar spot pagi ini mencerminkan sikap hati-hati investor terhadap aset di pasar berkembang.

Yen Jepang mengalami pelemahan paling dalam, sempat menyentuh 159,11, level terlemahnya sejak Juli 2024. Selain karena faktor Dolar, Yen tertekan oleh isu domestik terkait rencana pemilihan umum dini dan kebijakan fiskal longgar dari PM Sanae Takaichi. Pemerintah Jepang kini dalam kewaspadaan tinggi untuk melakukan intervensi pasar guna menahan kejatuhan Yen lebih lanjut.

Mata uang utama dunia lainnya juga tak luput dari dominasi Dolar. Euro melemah ke level 1,1647 dan Poundsterling turun ke posisi 1,3428.

Secara keseluruhan, Dolar AS tetap menjadi aset pilihan utama karena didukung oleh data ketenagakerjaan yang solid serta ketidakpastian geopolitik global, mulai dari gejolak di Iran hingga isu independensi The Fed, yang membuat investor lebih memilih mengamankan dana mereka dalam bentuk mata uang AS.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya