Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Drama Bursa Eropa: Sektor Konstruksi Terpukul tapi DAX Tetap Tangguh

RABU, 14 JANUARI 2026 | 07:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Eropa sempat mencicipi "puncak gunung" sebelum akhirnya terpeleset ke zona merah pada penutupan perdagangan Selasa 13 Januari 2026. 

Indeks pan-Eropa STOXX 600 harus rela turun tipis 0,08 persen ke level 610,44, mengakhiri euforia rekor tertinggi yang sempat dicapai pada awal sesi.

Apa saja motor penggerak dan penghambat di pasar Eropa kali ini? Berikut ringkasannya:


Sektor konstruksi menjadi motor penghambatan. sector ini mengalami tekanan berat. Dua raksasa industri ini mengalami nasib malang. Rockwool (Denmark) sahamnya anjlok 7,7 persen yang dipicu oleh langkah drastis Rusia yang mengambil alih administrasi sementara dua unit usahanya di sana.

Saham Sika (Swiss), produsen bahan kimia konstruksi, sahamnya juga merosot 10 persen setelah melaporkan penurunan penjualan tahunan sebesar 4,8 persen.

Di Jerman, indeks DAX melaju dengan naik tipis 0,02 persen. Ini adalah kemenangan beruntun selama 11 hari berturut-turut, rekor terpanjang sejak 2014.

Penguatan DAX didorong saham Airbus yang melesat 2 persen setelah produsen pesawat terbesar di dunia itu melaporkan pengiriman pesawat meningkat 4 persen sepanjang tahun lalu. 

Di Inggris, indeks FTSE 100 turun tipis 0,03 persen atau 3,35 poin menjadi 10.137,35. Di Prancis, CAC berkurang 0,14 persen atau 11,56 poin ke 8.347,20.

Meskipun pasar secara umum lesu, ada beberapa bintang yang bersinar terang.

Saham Orsted (Energi Hijau), pengembang listrik tenaga angin, melonjak 5,4 persen. Angin segar datang dari pengadilan AS yang mengizinkan proyek mereka di Rhode Island berlanjut, meskipun sebelumnya sempat dijegal oleh kebijakan pemerintahan Donald Trump.

Saham Whitbread (Premier Inn), jaringan hotel, melambung lebih dari 7 persen. Bisnis hotel di Inggris dan Jerman masih sangat laku, didukung oleh harga kamar yang stabil.

Menurut para analis, pasar saat ini sedang dalam mode "wait and see". Fokus utama bukan lagi sekadar angka laba yang sudah lewat, melainkan panduan (guidance) atau rencana perusahaan ke depan.

Selain itu, sektor Pertahanan diprediksi akan terus mengungguli pasar (outperform) karena tensi geopolitik global yang belum mereda. Di sisi lain, data inflasi AS yang mulai stabil memberikan harapan bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, yang memberikan sedikit ruang napas bagi pasar ekuitas global.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya