Berita

Protes anti pemerintah di Iran (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Associated Press)

Dunia

Iran Siaga Satu: 2.000 Tewas dalam Penumpasan Protes Besar-besaran

RABU, 14 JANUARI 2026 | 07:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kondisi di Iran saat ini disebut-sebut sebagai yang paling kritis sejak Revolusi Islam 1979. Gelombang protes nasional yang telah berlangsung selama lebih dari dua pekan kini meninggalkan jejak tragedi yang mendalam.

Jumlah korban tewas akibat terus bertambah. Dikutip dari Associated Press, Rabu 14 Januari 2026, dalam laporan terbarunya, kelompok aktivis Human Rights Activists News Agency yang berbasis di Amerika Serikat (AS) melaporkan sedikitnya 2.003 orang tewas di tengah tindakan keras aparat keamanan.

Disebutkan bahwa dari total korban tewas, sekitar 1.850 orang adalah demonstran, sementara 135 orang berafiliasi dengan pemerintah. Sedikitnya sembilan anak-anak dan sembilan warga sipil yang tidak terlibat protes juga dilaporkan tewas. Selain itu, lebih dari 16.700 orang ditahan.


Laporan ini muncul setelah warga Iran untuk pertama kalinya dalam beberapa hari dapat melakukan panggilan telepon ke luar negeri, usai pemerintah memutus akses komunikasi selama operasi penumpasan demonstrasi.

Setelah lama bungkam dan memutus akses komunikasi, televisi pemerintah Iran akhirnya mengakui adanya korban jiwa. Namun, mereka tidak merilis angka pasti. Pejabat hanya menyebut adanya "banyak martir" dan beralasan bahwa keterlambatan pengumuman data disebabkan oleh kondisi jenazah yang sulit diidentifikasi akibat luka parah.

Protes bermula dari kemarahan publik terhadap memburuknya kondisi ekonomi, terutama runtuhnya nilai tukar Rial Iran. Mereka turun ke jalan. Namun dalam waktu singkat, demonstrasi berkembang menjadi tuntutan politik yang langsung menyasar rezim teokrasi, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang kini berusia 86 tahun, sebuah tindakan yang sebelumnya dianggap sangat tabu dan berbahaya di Iran

Situasi ini memancing reaksi keras dari Washington. Melalui platform Truth Social, Presiden AS Donald Trump memberikan dukungannya secara terbuka kepada para demonstran:

“Para Patriot Iran, TERUSLAH BERPROTES – KUASAI INSTITUSI KALIAN!!!”

Trump juga menyatakan telah membatalkan seluruh pertemuan dengan pejabat Iran hingga penumpasan demonstran dihentikan, meski ia tidak merinci bentuk “bantuan” yang dijanjikannya.

Dalam sejarah konflik Iran, pemerintah cenderung mengecilkan jumlah korban demonstran dan melabeli mereka sebagai "perusuh yang didukung asing", sementara pihak AS sering menggunakan data dari kelompok aktivis seperti HRANA untuk menekan rezim Iran secara internasional.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya