Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Mengapa Harga Logam Mulia Kian Berkilau di Awal 2026?

RABU, 14 JANUARI 2026 | 07:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dan perak global mencetak sejarah baru dengan menembus rekor tertinggi sepanjang masa. Harganya  melonjak tajam seiring dengan 'demam logam mulia' yang melanda dunia investasi. 

Salah satu pemicu utama kenaikan ini adalah rilis data inflasi Amerika Serikat (Indeks Harga Konsumen/CPI) bulan Desember yang ternyata lebih rendah dari perkiraan analis. Inflasi yang melandai memberi sinyal kuat bahwa Bank Sentral AS (The Fed) punya alasan kuat untuk segera menurunkan suku bunga.

Bagi investor emas, ini adalah berita besar. Karena saat suku bunga rendah, menyimpan uang di bank menjadi kurang menarik, sehingga orang lebih memilih beralih ke emas yang dianggap sebagai aset lebih aman. Itulah mengapa dunia investasi diserang 'demam logam mulia'. 


Situasi di dalam negeri Amerika Serikat juga memanas. Presiden Donald Trump secara terbuka mendesak pemotongan suku bunga secara signifikan. Bahkan, muncul isu panas terkait independensi bank sentral setelah pemerintah membuka penyelidikan terhadap Chairman The Fed, Jerome Powell.

Ketidakpastian politik seperti ini biasanya membuat investor merasa cemas, dan dalam kondisi cemas, emas selalu menjadi "pelabuhan aman" (safe haven) utama.

Bukan hanya urusan ekonomi, tensi dunia juga turut mendorong Harga lebih tinggi. Ancaman tarif dagang baru terhadap negara-negara yang bertransaksi dengan Iran berisiko memicu ketegangan dengan China. Serangan rudal yang terus berlanjut di Ukraina juga menambah daftar panjang kekhawatiran global.

Berikut adalah ringkasan pergerakan harga di pasar global pada perdagangan Selasa 13 Januari 2026 waktu setempat, atau Rabu dini hari WIB. 

Harga emas berjangka Amerika Serikat di Bursa COMEX untuk kontrak pengiriman Februari ditutup turun 0,3 persen menjadi 4.599,10 Dolar AS per ons.

Sedangkan harga amas spot bergerak stabil di posisi 4.591,49 Dolar AS per ons, setelah menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di 4.634,33 Dola AS pada awal sesi. 

Harga perak spot melonjak 2,1 persen ke 86,74 Dolar AS per ons, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di 89,10 Dolar AS pada awal sesi.

Harga platinum spot tercatat stagnan di 2.343,35 Dolar AS per ons, sementara paladium menguat 1,4 persen menjadi 1.868,68 Dolar per ons.

Melihat tren positif ini, Commerzbank bahkan telah menaikkan prediksi mereka: harga emas diprediksi bisa menyentuh 4.900 Dolar AS per ons pada akhir tahun 2026.

Namun, tetap waspada! Ahli dari InProved mengingatkan bahwa meski trennya sedang naik (bullish), pasar sedang sangat fluktuatif. Investor disarankan bersiap menghadapi guncangan harga yang tajam sewaktu-waktu. 

Harga emas dunia ditentukan oleh mekanisme pasar yang melibatkan beberapa pemain besar dan pusat perdagangan utama. Secara garis besar, ini dua cara utama bagaimana harga emas dunia "terbentuk":

1. London Gold Fix (Acuan Emas Fisik)
Ini adalah salah satu acuan paling resmi dan tua di dunia. Setiap hari kerja, ada sebuah proses lelang elektronik yang dilakukan dua kali sehari (pukul 10.30 dan 15.00 waktu London).

Proses ini dikelola oleh ICE Benchmark Administration (IBA) atas nama London Bullion Market Association (LBMA). Pesertanya adalah sekelompok bank internasional besar (seperti JPMorgan Chase, Goldman Sachs, HSBC, dan UBS) memberikan penawaran beli dan jual sampai harga mencapai titik keseimbangan.

Harga ini menjadi standar bagi produsen emas, bank sentral, dan perhiasan di seluruh dunia untuk transaksi emas fisik mereka.

2. Pasar Berjangka (COMEX di New York)
Jika London menentukan harga untuk emas fisik, bursa COMEX di New York menentukan harga emas berdasarkan kontrak berjangka (janji beli/jual emas di masa depan).

Harga di sini bergerak detik demi detik selama 24 jam sehari mengikuti aktivitas para trader dan spekulan.

Harga yang sering kita lihat di berita atau aplikasi (disebut Spot Price) biasanya sangat dipengaruhi oleh pergerakan di bursa COMEX ini.

Di luar sistem lelang, harga emas digerakkan oleh tiga kelompok besar. 

Pertama; Bank Sentral. Saat bank sentral negara besar (seperti China, Rusia, atau India) memborong emas untuk cadangan devisa, harga otomatis naik.

Kedua; Investor. Melalui dana kelolaan seperti ETF emas, investor besar bisa menggerakkan harga saat mereka memindahkan modal dari saham ke emas.

Ketiga; Industri Perhiasan & Teknologi. Permintaan emas untuk pernikahan di India dan China, atau untuk komponen elektronik, juga menjaga dasar harga emas. 

Meskipun harga dunia ditentukan di London atau New York dalam Dollar AS, harga emas di Indonesia (seperti Antam) masih harus dipengaruhi oleh kurs Rupiah dan biaya impor serta pajak.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya