Berita

Kapolresta Banda Aceh Kombes Andi Kirana dalam konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh. (Foto: Humas Polresta Banda Aceh)

Presisi

Pria Asal Pidie Gagal Selundupkan 1,9 Kg Sabu ke Jakarta

Terancam Pidana Mati
RABU, 14 JANUARI 2026 | 06:53 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pria asal Kabupaten Pidie berinisial NF alias SN ditangkap petugas gara-gara ketahuan menyelundupkan 1,9 kilogram sabu melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, dengan tujuan Jakarta, pada Kamis 25 Desember 2025, sekitar pukul 13.00 WIB.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Andi Kirana mengatakan, sabu tersebut ditemukan saat petugas Aviation Security (Avsec) Bandara SIM melakukan pemeriksaan rutin terhadap barang bawaan penumpang yang hendak berangkat menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Andi menjelaskan, sabu tersebut diperoleh NF dari seorang pria yang biasa dipanggil Si Wan di pinggir jalan Kota Panton Labu, Aceh Utara, pada 23 Desember 2025. Barang haram tersebut kemudian diperintahkan untuk dibawa dan diserahkan kepada jaringan narkotika di Jakarta.


"Dia diupah Rp40 juta namun belum dibayarkan," kata Andi dalam konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Selasa 13 Januari 2026.

Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku bukan kali pertama melakukan penyelundupan narkotika lintas daerah. NF tercatat telah tiga kali berhasil membawa sabu ke luar wilayah Aceh dengan lokasi dan tujuan berbeda.

Ia pernah menyelundupkan 1,5 kilogram sabu dari Batam, Kepulauan Riau, ke Mataram, Nusa Tenggara Barat, atas perintah seseorang bernama Muhammad Rizky dengan imbalan Rp40 juta. Selain itu, NF juga mengaku membawa satu kilogram sabu dari Batam ke Surabaya, Jawa Timur, atas suruhan Muslim dan menerima upah Rp20 juta. 

Tidak hanya itu, tersangka juga pernah mengirim dua kilogram sabu dari Pekanbaru, Riau, menuju Mataram dengan bayaran Rp50 juta.

"Kali keempat ini yang gagal," kata Andi.

Atas perbuatannya, NF dijerat Pasal 609 Ayat (2) huruf a UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, juncto Pasal 114 Ayat (2) dan Pasal 115 Ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Ancamannya pidana mati, penjara seumur hidup dan atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit satu miliar dan paling banyak sepuluh miliar rupiah, ditambah sepertiga," pungkas Andi dikutip dari RMOLAceh.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya