Berita

Kaleidoskop Energi: Refleksi Isu Energi 2025 dan Outlook 2026 yang diselenggarakan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) bersama Dewan Energi Nasional (DEN) di The Energy Building, SCBD, Jakarta. (Foto: Istimewa)

Bisnis

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

RABU, 14 JANUARI 2026 | 05:35 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pemerintah Indonesia bersiap menggebrak melalui rencana implementasi kebijakan biodiesel 50 persen (B50) serta mematangkan persiapan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Tanah Air. 

Hal tersebut diungkapkan dalam pemaparan Kaleidoskop Energi: Refleksi Isu Energi 2025 dan Outlook 2026 yang diselenggarakan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) bersama Dewan Energi Nasional (DEN) di The Energy Building, SCBD, Jakarta, Selasa 13 Januari 2026.

Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional, Dadan Kusdiana mengatakan, keberhasilan pemanfaatan campuran biodiesel 40 persen (B40) sejak awal 2025 merupakan tonggak sejarah baru bagi transisi energi. Keberhasilan ini membuat pemerintah berencana meningkatkan lebih lanjut ke B50 pada 2026.


Sedangkan rencana pembangunan PLTN saat ini sedang dimatangkan untuk menjadi tulang punggung sistem kelistrikan nasional karena sifatnya yang stabil sebagai pembangkit beban dasar. 

Kehadiran energi nuklir diproyeksikan menjadi penyeimbang yang efektif bagi sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) lainnya yang masih bersifat intermiten atau tidak berkelanjutan.

“PLTN hadir sebagai solusi pembangkit listrik yang stabil dan bersih yang dapat menjadi base load untuk menjaga pasokan listrik tetap aman,” ujar Dadan Kusdiana.

Pemerintah, lanjutnya, telah menyelesaikan pembahasan struktur organisasi pengelola program energi nuklir atau Nuclear Energy Program Implementation Organization (NEPIO) untuk memastikan keamanan operasional. 

Peraturan Presiden (Perpres) mengenai lembaga tersebut kini sudah berada di meja Presiden guna mendapatkan pengesahan resmi agar proses eksekusi segera berjalan.

Sementara itu, Ketua Umum PYC, Filda C. Yusgiantoro mengungkapkan bahwa Arah kebijakan bauran energi nasional kini makin jelas dengan memprioritaskan kemandirian energi melalui inovasi teknologi serta pemanfaatan potensi sumber daya alam lokal. 

"Langkah berani ini diambil untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global serta fluktuasi harga komoditas ekonomi internasional," ” kata Filda.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya