Berita

Anggota Gerakan Nurani Bangsa (GNB) Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo (kiri) Grha Pemuda Kompleks Katedral Jakarta, Jakarta Pusat pada Selasa, 13 Januari 2026. (Foto: RMOL/Bonfilio Mahendra)

Politik

Kardinal Suharyo: Bangsa Ini Butuh Pemimpin, Bukan Penguasa!

SELASA, 13 JANUARI 2026 | 20:58 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Uskup Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) yang juga Anggota Gerakan Nurani Bangsa (GNB) Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo menjelaskan bila Indonesia membutuhkan sosok kehadiran pemimpin bukan penguasa.

Pemimpin yang dimaksud memiliki moral dan berintegritas tinggi, dan bukan sosok penguasa yang hanya mengejar kepentingan pribadi atau kelompok. 

"Saya berharap dengan hadirnya Gerakan Nurani Bangsa di Gedung Pemuda ini, para pemimpin kita sungguh-sungguh memenuhi tanggung jawabnya sebagai pemimpin, bukan penguasa," kata Kardinal Suharyo dalam konferensi pers "Pesan Kebangsaan Awal Tahun 2026" di Grha Pemuda Kompleks Katedral Jakarta, Jakarta Pusat pada Selasa, 13 Januari 2026.


Lebih spesifik, Kardinal Suharyo membedakan makna “pemimpin” dan “penguasa”. Pemimpin merupakan sosok pemberi teladan yang siap berkorban demi rakyat sementara penguasa sebaliknya, memikirkan kepentingan kelompok, keluarga atau yang menguntungkan diri sendiri.

“Penguasa itu akhirnya tidak akan memikirkan kepentingan bersama, yang dipikirkan adalah kelompoknya, pribadinya, keluarganya, atau apapun yang bukan kebaikan bersama," terang Suharyo.

Itu sebabnya, Kardinal Suharyo berharap ada sosok pemimpin yang cinta dan takut terhadap apa yang dipimpin atau sederhananya mengutip kearifan lokal Jawa dengan istilah ajrih asih.

“Ajrih itu takut, Asih itu hormat, mencintai. Bukan ketakutan seekor tikus yang dikejar kucing, bukan. Tetapi karena hormat, dia takut. Takut bukan takut salah, tetapi takut kalau tidak mengikuti moralitas tinggi dari pemimpinnya," pungkasnya.


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya