Berita

Anggota Gerakan Nurani Bangsa (GNB) Lukman Hakim Saifuddin di Grha Pemuda Kompleks Katedral Jakarta, Jakarta Pusat pada Selasa, 13 Januari 2026. (Foto: RMOL/Bonfilio Mahendra)

Politik

Gerakan Nurani Bangsa:

Presiden dan DPR Harus Bijak Sikapi Isu Pilkada Via DPRD

SELASA, 13 JANUARI 2026 | 18:36 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Rakyat menunggu kebijakan yang baik dari Presiden Prabowo dan DPR dalam menyikapi wacana perubahan sistem pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD.

Hal itu disampaikan oleh anggota Gerakan Nurani Bangsa (GNB) Lukman Hakim Saifuddin dalam konferensi pers "Pesan Kebangsaan Awal Tahun 2026" di Grha Pemuda Kompleks Katedral Jakarta, Jakarta Pusat pada Selasa, 13 Januari 2026.

“Terkait dengan Pilkada untuk kembali diserahkan kepada DPRD, ini kan harus mengubah merevisi UU, dan UU itu tidak hanya kewenangan presiden tapi juga DPR. Nah oleh karenanya, tadi dalam pesan kami, kami nyatakan bahwa pemerintah dan DPR itu harus bijak kalau ingin mengubah ini, jadi dengarlah suara rakyat seperti apa," kata Lukman.


Lanjut Lukman, apabila Presiden perlu meminta klarifikasi atau penjelasan lebih lanjut terkait sikap GNB, dirinya bersama beberapa tokoh siap memenuhi undangan tersebut.

“Kalaulah beliau (Prabowo) lalu merasa perlu untuk mendapatkan klarifikasi atau penjelasan lebih lanjut dengan mengundang kami, tentu kami akan dengan senang hati menerima undangan itu," jelasnya.

Sejauh ini beberapa partai politik di parlemen mendukung wacana Pilkada lewat DPRD, yakni Gerindra, Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Demokrat.

Sementara itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menolak ajakan partai politik lain untuk mendukung Pilkada melalui DPRD. PDIP menegaskan mekanisme Pilkada langsung oleh rakyat adalah cerminan suara akar rumput.

“Kami tidak mungkin meninggalkan rakyat,” tegas Ketua DPP PDIP, Deddy Yevri Sitorus, Rabu, 7 Januari 2026.

Deddy menambahkan, rakyat pada dasarnya hanya memiliki satu instrumen harapan dalam demokrasi, yakni hak suara. Karena itu, ia menilai wacana pengembalian Pilkada ke DPRD tidak masuk akal.

PDIP menegaskan sikapnya tidak akan berubah terkait mekanisme pemilihan kepala daerah. Bagi partai tersebut, Pilkada langsung adalah fondasi demokrasi yang telah diperjuangkan dan dijalankan selama ini.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya