Berita

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Bisnis

Tahun Ini Indonesia Berpotensi Surplus Solar hingga 1,4 Juta Kilo Liter

SELASA, 13 JANUARI 2026 | 11:59 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Indonesia berpeluang mencatat sejarah baru di sektor energi pada tahun ini. 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan, Indonesia tidak hanya akan menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, tetapi juga berpotensi mengalami surplus hingga 1,4 juta kiloliter (kl).

Proyeksi tersebut, menurut Bahlil, didasarkan pada perhitungan antara kapasitas produksi dan tingkat konsumsi solar nasional. 


Sepanjang 2025, konsumsi solar domestik tercatat mencapai sekitar 38 juta kl, dengan sekitar 5 juta kl masih dipenuhi melalui impor. Namun pada tahun ini, produksi dalam negeri dinilai mampu menutup kebutuhan tersebut, bahkan melampauinya.

“Impor (solar) kita tinggal 5 juta kl, jadi sudah tertutupi. Bahkan, surplus 1,4 juta kl,” ujar Bahlil di Balikpapan, seperti dikutip redaksi pada Selasa, 13 Januari 2026. 

Bahlil mengungkapkan terdapat dua faktor utama yang mendorong potensi surplus solar nasional. Faktor pertama adalah penerapan kebijakan biodiesel B50 pada tahun ini sebagai kelanjutan dari program B40 yang telah dijalankan sebelumnya. 

Kebijakan ini mengandalkan bahan bakar nabati dengan komposisi 50 persen minyak sawit dan 50 persen solar, sehingga kebutuhan solar berbasis fosil dapat ditekan secara signifikan.

Faktor kedua adalah beroperasinya kilang hasil modernisasi di Balikpapan yang diresmikan pada hari yang sama. Kilang tersebut ditargetkan mampu memproduksi hingga 1,8 juta kl solar per tahun dan berkontribusi menekan nilai impor hingga Rp14,9 triliun.

“Alhamdulilah atas perintah Bapak Presiden, mulai sekarang yang kita bicarakan ini tidak ada lagi impor solar ke depan,” jelas dia.

Meski demikian, Bahlil menegaskan bahwa potensi surplus tersebut berlaku untuk solar dengan spesifikasi cetane number (CN) 48. Sementara untuk solar dengan spesifikasi CN 51 yang banyak digunakan sektor industri, Indonesia masih akan melakukan impor dalam jumlah terbatas. 

“Sementara (solar) C51, impor kita itu hanya 600 ribu kl. Nanti di semester kedua, saya minta Pertamina untuk membangun agar tidak kita impor,” tutupnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Jawapos TV Tumbang, Televisi dan Radio Daerah Berguguran

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:24

UPDATE

Polda Metro Jaya Ajak Warga Manfaatkan Program Pemutihan Pajak hingga Akhir Agustus

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:11

IIW Indonesia 2026 Dorong Investasi dan Kolaborasi Industri Global

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:03

Indonesia dan Madagaskar Teken Dua Perjanjian Strategis

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:59

Sah! RUU P2SK Resmi Jadi UU, Purbaya Klaim Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:46

Pergantian Pimpinan BGN Harus Dibarengi Peningkatan Kualitas MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:44

ICW Khawatir Ada Intervensi di Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Proses Penyidikan ke Publik

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:37

Prabowo Pernah Minta BPKP Tak Ragu Usut Orang Dekat Sebelum Dadan Ditangkap

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:25

KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim dan Sejumlah Lokasi Lain

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:09

Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Harus Gaul dengan Semua Negara

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:06

Rupiah-IHSG Ambruk, Pengamat: Pasar Lebih Percaya Data, Bukan Pidato Pemerintah

Kamis, 04 Juni 2026 | 10:51

Selengkapnya