Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Dunia

Warga AS Didesak Segera Tinggalkan Iran

SELASA, 13 JANUARI 2026 | 11:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mendesak seluruh warga negaranya yang berada di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut, menyusul meningkatnya ketegangan dan gejolak di kawasan Timur Tengah.

Pengumuman tersebut disampaikan Kedutaan Besar Virtual AS pada Senin, 12 Januari 2026 dalam pembaruan peringatan perjalanan, sambil menekankan bahwa situasi keamanan di Iran semakin berisiko bagi warga Amerika.

Dalam pernyataannya, kedutaan virtual menyebutkan bahwa warga AS harus bersiap menghadapi pemadaman internet yang berkepanjangan, serta menyiapkan cara komunikasi alternatif. Jika kondisi memungkinkan dan aman, warga AS disarankan keluar dari Iran melalui jalur darat menuju Armenia atau Turki.


“Warga negara AS berisiko tinggi untuk diinterogasi, ditangkap, dan ditahan di Iran,” demikian peringatan resmi tersebut, dikutip dari Global Times, Selasa 13 Januari 2026.

Kedutaan juga mengingatkan bahwa warga negara ganda AS-Iran harus meninggalkan Iran menggunakan paspor Iran, karena pemerintah Iran tidak mengakui kewarganegaraan ganda.

Selain itu, sejumlah maskapai penerbangan membatasi atau membatalkan penerbangan ke dan dari Iran. Beberapa maskapai bahkan menangguhkan seluruh layanan hingga setidaknya hari Jumat.

Departemen Luar Negeri AS sejak lama telah menetapkan Iran sebagai negara dengan peringatan perjalanan Level 4: “Jangan Bepergian”. Pemerintah AS menegaskan bahwa warga negaranya tidak boleh pergi ke Iran dalam kondisi apa pun, dan mereka yang masih berada di sana diminta segera keluar karena risiko keamanan yang serius.

Sebelumnya pada hari yang sama, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan bahwa jalur diplomasi masih menjadi pilihan utama Amerika Serikat dalam menghadapi Iran. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump tidak menutup kemungkinan penggunaan opsi militer jika diperlukan.

“Apa langkah Presiden Donald Trump selanjutnya hanya dia yang tahu. Dunia harus terus menunggu dan berspekulasi, dan keputusan ada di tangannya,” ujar Leavitt.

Sehari sebelumnya, Trump menyatakan bahwa pemerintahannya tengah mempertimbangkan “beberapa opsi yang sangat kuat”, termasuk kemungkinan tindakan militer terhadap Iran. Ia juga menuding Iran telah mulai melanggar garis merah Amerika Serikat.

Hingga saat ini Amerika Serikat tidak memiliki kedutaan maupun konsulat di Iran. Kepentingan AS di negara tersebut diwakili oleh Kedutaan Besar Swiss di Teheran, yang bertindak sebagai negara pelindung, meskipun layanan yang diberikan sangat terbatas.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

UPDATE

Dewan Kebon Sirih Tetap Godok Perda DKJ Meski Ibu Kota Belum Pindah

Senin, 18 Mei 2026 | 20:17

Pengamat: Kepemimpinan Buruk Awal Kerusakan Bangsa

Senin, 18 Mei 2026 | 20:02

Oktasari Sabil Raih Gelar Doktor di Malaysia

Senin, 18 Mei 2026 | 19:46

Pernyataan Prabowo soal Dolar Upaya Menenangkan Masyarakat

Senin, 18 Mei 2026 | 19:45

BSI Buka Kembali Scholarship untuk 5.250 Mahasiswa dan Pelajar

Senin, 18 Mei 2026 | 19:37

MPR Putuskan Lomba Ulang LCC Empat Pilar di Kalbar Batal

Senin, 18 Mei 2026 | 19:28

Prabowo Panggil Gubernur BI hingga Menkeu ke Istana, Ini yang Dibahas

Senin, 18 Mei 2026 | 19:15

Mantan ART Lapor ke DPR Pernah Dipukul Erin hingga Kepala Ditendang

Senin, 18 Mei 2026 | 19:08

Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat, OJK Jabar Dorong Frontliner Bank Ramah Disabilitas

Senin, 18 Mei 2026 | 19:00

DPR Tagih Janji BI soal Penguatan Rupiah Mulai Juni

Senin, 18 Mei 2026 | 18:55

Selengkapnya