Berita

Duta Besar RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun di perayaan Nataru KBRi Beijing (Foto: KBRI Beijing)

Dunia

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

SELASA, 13 JANUARI 2026 | 09:38 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing mengajak warga negara Indonesia (WNI) di Tiongkok untuk terus mempererat solidaritas dan kepedulian sosial dalam perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).  

Acara yang digelar pada Jumat malam, 9 Januari 2026, itu dihadiri sekitar 200 orang yang terdiri dari staf KBRI Beijing, diaspora, WNI, serta mahasiswa Indonesia di Beijing.

Perayaan diawali dengan ibadah Natal bertema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”. Pesan Natal disampaikan oleh Pendeta Witanto Adji dari Gereja Sidang Jemaat Kristus melalui rekaman video yang menekankan pentingnya keterlibatan manusia dalam karya kasih Tuhan di dunia.


“Allah masih membutuhkan manusia sebagai jembatan kasih-Nya untuk mendatangkan keselamatan bagi manusia,” ujar Pendeta Witanto Adji. 

Ia juga menekankan peran KBRI Beijing, diaspora, dan mahasiswa Indonesia di Republik Rakyat Tiongkok sebagai jembatan bangsa.

Dalam ibadah tersebut turut dipanjatkan doa bagi para korban bencana alam di Tanah Air, dengan harapan agar musibah yang terjadi dapat segera tertangani dan dipulihkan seperti sedia kala.

Senada dengan pesan tersebut, Duta Besar RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun mengajak seluruh masyarakat Indonesia di Beijing untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama, khususnya saudara-saudara yang tertimpa musibah di Indonesia. 

“Bangsa kita kokoh karena rasa peduli,” tegasnya.

Memasuki tahun 2026, Dubes Djauhari juga mendorong peningkatan sinergi dan semangat berprestasi masyarakat Indonesia di Tiongkok sebagai bagian dari kontribusi memperkuat hubungan kedua negara.

"Sebagai representasi bangsa Indonesia di Tiongkok, mari kita dorong sinergi dan semangat untuk terus berprestasi. Capaian positif yang kita raih, sekecil apapun, merupakan kontribusi berharga bagi upaya penguatan hubungan kedua bangsa," ujarnya. 

Ia menambahkan, capaian positif Indonesia di awal tahun, seperti keberhasilan ekspor perdana durian beku ke Tiongkok pada 6 Januari 2026, diharapkan dapat diikuti kerja sama lain di bidang perdagangan, investasi, pariwisata, dan pendidikan.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Jawapos TV Tumbang, Televisi dan Radio Daerah Berguguran

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:24

UPDATE

Polda Metro Jaya Ajak Warga Manfaatkan Program Pemutihan Pajak hingga Akhir Agustus

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:11

IIW Indonesia 2026 Dorong Investasi dan Kolaborasi Industri Global

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:03

Indonesia dan Madagaskar Teken Dua Perjanjian Strategis

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:59

Sah! RUU P2SK Resmi Jadi UU, Purbaya Klaim Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:46

Pergantian Pimpinan BGN Harus Dibarengi Peningkatan Kualitas MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:44

ICW Khawatir Ada Intervensi di Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Proses Penyidikan ke Publik

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:37

Prabowo Pernah Minta BPKP Tak Ragu Usut Orang Dekat Sebelum Dadan Ditangkap

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:25

KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim dan Sejumlah Lokasi Lain

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:09

Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Harus Gaul dengan Semua Negara

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:06

Rupiah-IHSG Ambruk, Pengamat: Pasar Lebih Percaya Data, Bukan Pidato Pemerintah

Kamis, 04 Juni 2026 | 10:51

Selengkapnya