Berita

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi

Dunia

Iran Nyatakan Siap Perang dengan Amerika Serikat

SELASA, 13 JANUARI 2026 | 07:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa Iran siap menghadapi perang jika Washington mencoba menguji kekuatan militernya. 

Berbicara dalam sebuah wawancara pada Senin, 12 Januari 2026, Araghchi menegaskan bahwa meski jalur komunikasi dengan AS masih terbuka, Iran telah menyiapkan semua opsi. Ia menyebut kesiapan militer Iran kini jauh lebih kuat dibandingkan saat konflik 12 hari tahun lalu.

“Jika Washington ingin menguji opsi militer yang pernah mereka uji sebelumnya, kami siap untuk itu,” kata Araghchi, sambil menambahkan bahwa Iran tetap berharap AS memilih “opsi bijak” berupa dialog, dikutip dari Al-Jazeera, Selasa 13 Januari 2026.


Ancaman ini datang di tengah meningkatnya ketegangan di Iran akibat protes yang dipicu krisis ekonomi dan berkembang menjadi tuntutan perubahan sistemik. Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan Washington sedang mempertimbangkan “opsi-opsi kuat”, termasuk kemungkinan aksi militer, sebagai respons atas penanganan keras pemerintah Iran terhadap demonstrasi.

Meski demikian, Trump juga menyebut ada rencana pertemuan dengan Teheran untuk membahas program nuklir Iran, namun memperingatkan bahwa AS bisa bertindak sebelum pertemuan itu berlangsung.

Araghchi menegaskan Iran bersedia kembali ke meja perundingan nuklir, tetapi hanya jika dilakukan tanpa ancaman atau tekanan. “Kami siap duduk di meja perundingan nuklir, asalkan tanpa ancaman atau perintah,” ujarnya.

Terkait situasi di dalam negeri, pemerintah Iran mengklaim bahwa kekerasan dalam protes dipicu oleh “unsur-unsur teroris” yang menyusup ke kerumunan, serta menuduh AS dan Israel berada di balik upaya memprovokasi kerusuhan. Media pemerintah melaporkan lebih dari 100 personel keamanan tewas, sementara kelompok oposisi menyebut korban jauh lebih banyak, termasuk ratusan demonstran -- angka yang belum dapat diverifikasi secara independen.

Arus informasi dari Iran juga terganggu akibat pemadaman internet selama hampir empat hari. Pemerintah menyatakan layanan internet akan dipulihkan secara bertahap dengan koordinasi aparat keamanan.

Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa pasukan AS dan Israel akan menjadi “target sah” jika Washington benar-benar ikut campur. Di sisi lain, Gedung Putih menilai Iran menyampaikan pesan yang berbeda secara tertutup dibandingkan pernyataan publiknya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya