Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

SENIN, 12 JANUARI 2026 | 14:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga Bitcoin tercatat naik 1,46 persen dalam 24 jam terakhir, dan berada di sekitar level 92.000 Dolar AS, menurut data CoinMarketCap, Senin 12 Januari 2026.

Kenaikan hari ini sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata pasar kripto secara keseluruhan yang naik 1,35 persen. Meski demikian, secara mingguan Bitcoin masih mencatat penurunan tipis sebesar 0,59 persen. Dalam skala bulanan, tren Bitcoin tetap positif dengan kenaikan sekitar 1,72 persen.

Ada beberapa faktor utama yang mendorong pergerakan harga Bitcoin saat ini. 


Pertama, dari sisi regulasi, muncul sentimen positif dari Korea Selatan. Pada 12 Januari, Komisi Jasa Keuangan Korea Selatan secara resmi mengakhiri larangan investasi kripto oleh perusahaan yang telah berlaku selama sembilan tahun. Kebijakan baru ini memungkinkan perusahaan untuk mengalokasikan hingga 5 persen dari aset bersih mereka ke aset kripto utama. Kebijakan ini diperkirakan berdampak pada sekitar 3.500 entitas dan dinilai membuka arus dana institusional baru ke pasar kripto.

Kedua, ketidakpastian makroekonomi global justru memberi dorongan bullish bagi Bitcoin. Pada 12 Januari, Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) meluncurkan penyelidikan kriminal terhadap Ketua Federal Reserve, Jerome Powell. Ia dituduh menyesatkan Kongres terkait proyek renovasi gedung, tuduhan yang oleh Powell disebut sebagai “dalih” untuk tekanan politik. Ketegangan antara otoritas hukum dan bank sentral AS ini meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas kebijakan moneter, sehingga Bitcoin kembali dilirik sebagai aset lindung nilai.

Ketiga, aktivitas akumulasi oleh investor besar atau yang dikenal sebagai “paus” juga memperkuat sentimen positif. Hingga 6 Januari, para whale tercatat memegang posisi beli (long) pada kontrak berjangka perpetual Bitcoin dengan nilai sekitar 900 juta Dolar AS. Rata-rata harga pembelian mereka berada di kisaran 92.300 Dolar AS. Pola ini menunjukkan strategi akumulasi yang dilakukan saat harga melemah.

Dengan meningkatnya leverage dari investor besar serta memanasnya hubungan antara Departemen Kehakiman AS dan Federal Reserve, muncul pertanyaan penting bagi pasar: apakah Bitcoin mampu bertahan di level support 91.000 Dolar AS dalam waktu dekat?

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Tips Aman Belanja Online Ramadan 2026 Bebas Penipuan

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:40

Pasukan Elit Kuba Mulai Tinggalkan Venezuela di Tengah Desakan AS

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:29

Safari Ramadan Nasdem Perkuat Silaturahmi dan Bangun Optimisme Bangsa

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:23

Tips Mudik Mobil Jarak Jauh: Strategi Perjalanan Aman dan Nyaman

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:16

Legislator Dorong Pembatasan Mudik Pakai Motor demi Tekan Kecelakaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:33

Pernyataan Jokowi soal Revisi UU KPK Dinilai Problematis

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:26

Tata Kelola Konpres Harus Profesional agar Tak Timbulkan Tafsir Liar

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:11

Bukan Gibran, Parpol Berlomba Bidik Kursi Cawapres Prabowo di 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:32

Koperasi Induk Tembakau Madura Didorong Perkuat Posisi Tawar Petani

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:21

Pemerintah Diminta Kaji Ulang Kesepakatan RI-AS soal Pelonggaran Sertifikasi Halal

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:04

Selengkapnya